AksesorisCuacaProduk

Musim Hujan dan Banjir, Ini 3 Fitur Penting Bikin Mobil Aman

Kendati sudah akan memasuki bulan Maret, tetapi curah hujan masih tinggi. Hujan deras dengan angin kencang masih sering mewarnai berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan beberapa wilayah seringkali digenangi air. Sebagai pengendara mobil sebaiknya selalu mengecek kondisi beberapa bagian mobil yang penting ketika hujan dan melibas banjir. Untuk itu pastikan mobil selalu dalam kondisi baik agar tak mengganggu perjalanan, terutama 3 fitur berikut. 

  1. Foglamp atau lampu kabut

Foglamp atau lampu sangat membantu meningkatkan visibilitas ketika kondisi berkabut. Lampu ini bisa menembus pekatnya kabut dan meningkatkan jarak pandang. Bagi pengguna jalan dari lawan arah, lampu kabut depan atau front fog lamp membantu menunjukkan keberadaan mobil kita dengan pengguna jalan lain. Sedangkan lampu kabut belakang atau rear foglamp membantu pengemudi di belakang mobil.

Memasang foglamp variasi yang tersedia di toko aksesori dan rumah modifikasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara. Foglamp  yang umumnya ada di bumper bagian bawah punya peran penting saat melibas hujan, kabut dan gelap. 

Untuk menembus kondisi jalan gelap, foglamp sebaiknya menggunakan lampu berwarna kekuningan atau warna standar lampu mobil, karena warna kekuningan lebih tinggi visibilitasnya, dan mampu menembus kabut. Sedangkan lampu berwarna putih tidak mampu menembus jalanan berkabut atau saat hujan lebat.

2. Anti-lock Braking System (ABS)

Anti-lock Braking System (ABS) merupakan fitur keamanan dan keselamatan yang disematkan untuk mencegah efek ban terkunci saat saat pengereman mendadak. Dengan system ABS ini mobil lebih mudah dikontrol saat permukaan jalan licin dan basah karena genangan air dan pengemudi melakukan pengereman mendadak. Pastikan fitur ini dalam kondisi prima. Bila indikator ABS di dashboard menyala, apalagi di tengah musim hujan dan cuaca ekstrem, segera cek mobil di bengkel.

3.Kontrol Traksi

Dengan kontrol traksi saat melibas genangan, dan berpotensi ban selip, perputaran roda akan tetap aman dan traksi mobil pun tetap terjaga. Sistem kontrol traksi ini merupakan fungsi kedua dari anti-lock braking system (ABS) yang tujuannya untuk mencegah hilangnya traksi pada roda kendaraan. Kontrol traksi akan aktif ketika input throttle dan torsi mesin tidak sama pada kondisi permukaan jalan. Prinsip kerjanya membaca potensi hilangnya traksi ban melalui sensor ABS pada rem.

Artikel terkait

Back to top button