
Sistem pelumasan pada mesin diesel pada dasarnya sama dengan mesin bensin. Mesin diesel lebih banyak menghasilkan karbon dari pada mesin bensin selama pembakaran, jadi memerlukan oil filter yang dirancang khusus. Sistem pelumasan mesin diesel dilengkapi dengan pendingin oli (condensor) untuk mendinginkan minyak pelumas karena temperature kerjanya tinggi dan bagian-bagian yang berputar juga kerjanya lebih berat dari pada mesin bensin. Jadi pelumasan merupakan suatu proses yang terjadi di dalam suatu sistem dalam hal ini yang terjadi didalam mesin induk. Oleh karena itu proses pelumasan sangat penting karena pada mesin tersebut terdapat bagian-bagian yang bergerak yang harus dilumasi. Pada instalasi mesin terutama mesin induk sistem pelumasan sangat vital sehingga bila terjadi pelumasan yang tidak sempurna akan mengakibatkan kerusakan yang fatal. Salah satu dari fungsi pelumasan pada mesin induk adalah untuk “Memperkecil koefisien gesek yang terjadi sehingga bagian-bagian yang bergesekan tidak menjadi aus”.
“Rekomendasi bagi Anda yang sedang mencari toko aksesoris lampu mobil, Anda bisa kunjungi website dari ..!!!”
Sistem mesin induk diesel terdiri dari banyak bagian-bagian yang bergerak satu dan bergesek sama lainnya. Karena itu pada setiap motor banyak sekali terjadi peristiwa gesekan. Jika hal ini dibiarkan maka dalam waktu beberapa menit saja mesin akan menjadi panas. Sesuai dengan sifat fisik logam motor tersebut akan segera segera meleleh dan hancur. Hal ini sangat membahayakan bagi crew yang ada didekatnya dan dapat mengakibatkan kebakaran hebat serta dapat mengakibatkan kapal dapat tenggelam.Apabila kapal sampai tenggelam maka perusahaan akan menderita kerugian yang sangat besar yaitu kehilangan kapal dan sumber daya manusia yang handal.
Menurut Mulyawan.B.R (2008) sistem pelumasan pada motor diesel atau mesin induk sangat diperlukan terutama pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, yaitu pada bantalan roda gigi, dinding silinder, dan lain-lain. Minyak pelumas harus dapat didistribusikan pada bagian tersebut. Ada tiga macam sistem pelumasan yaitu :
3 Jenis Sistem Pelumasan
-
Sistem percik
Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan dipakai untuk motor yang berukuran kecil. Pada batang penggerak dilengkapi pada alat yang berbentuk pendek, sehingga pada waktu bergerak bagian tersebut mencebur kedalam kotak engkol yang diberi minyak pelumas dan melemparkan minyak pelumas pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan. Bagian yang banyak memerlukan pelumasan, yaitu bagian bantalan utama dari poros engkol, diperlukan pompa yang mengantarkan minyak pelumas melalui saluran -saluran.
-
Sistem tekan
Sistem ini adalah sistem yamg lebih sempurna dari sistem percik. Minyak pelumas dialirkan pada bagian yang memerlukan pelumasan dengan cepat dengan suatu tekanan dari pompa minyak pelumas. Pompa minyak pelumas yang banyak dipergunakan adalah dengan memakai pompa sistem roda gigi. Pompa ini bekerja dengan suatu tekanan, minyak pelumas mengalir melalui saluran dan pipa ke bagian-bagian seperti bantalan, roda gigi, ring piston,. Sedangkan untuk melumasi dinding silinder tetap menggunakan sistem percik. Cara ini sebenarnya merupakan gabungan dari sistem percik dibantu dengan sistem pompa.
-
Sistem gravity
Sistem ini adalah gabungan antara sistem tekan dan sistem percik. Keuntungannya adalah apabila sistem tekan tidak bekerja karena pompaminyak lumas rusak maka pelumasan pada batas-batas tertentu masih berlangsung dengan sistem gravity di alirkan dari LO gravity tank.
Sumber : Pdf repository.pip-semarang.ac.id
Lihat juga judul lainnya :
- Sifat Minyak pelumas
- Karakteristik pegas coil
- Karakteristik pegas daun
- Tipe suspensi independen
- Fungsi sistem pelumasan
- Bagian bagian chasis mobil
- Tujuan pelumasan pada mesin
- Nama nama bagian luar mobil
- Manfaat sistem suspensi mobil
- Sistem kemudi recirculating ball
- Jenis jenis oskilasi sprung weight
- cara kerja transmisi manual mobil
- Karakteristik sistem suspensi rigid
- Macam macam jenis suspensi rigid
- Komponen rangkaian lampu mobil
- Pengertian suspensi dan contohnya
- Alasan kenapa memilih rem cakram
- Jenis jenis pegas pada suspensi mobil
- Komponen utama sistem kemudi mobil
- Perbedaan suspensi depan dan belakang
- Komponen utama suspensi dan fungsinya
- Jenis pegas yang digunakan dalam sistem
- Perbedaan mobil matic dan mobil manual
- Shock absorber berdasarkan medium kerja
- Tipe shock absorber menurut cara kerjanya
- Komponen-komponen sistem lampu kepala
- Pengertian sistem suspensi tipe independen
- Macam macam kunci bengkel dan fungsinya
- Jenis shock absorber berdasarkan konstruksinya
- Klasifikasi shock absorber menurut cara kerjanya
- Macam macam metode oskilasi unsprung weight



