News

3 Jenis Sistem Pelumasan Pada Mesin

Sistem pelumasan pada mesin diesel pada dasarnya sama dengan mesin bensin. Mesin diesel lebih banyak menghasilkan karbon dari pada mesin bensin selama pembakaran, jadi memerlukan oil filter yang dirancang khusus. Sistem pelumasan mesin diesel dilengkapi dengan pendingin oli (condensor) untuk mendinginkan minyak pelumas karena temperature kerjanya tinggi dan bagian-bagian yang berputar juga kerjanya lebih berat dari pada mesin bensin. Jadi pelumasan merupakan suatu proses yang terjadi di dalam suatu sistem dalam hal ini yang terjadi didalam mesin induk. Oleh karena itu proses pelumasan sangat penting karena pada mesin tersebut terdapat bagian-bagian yang bergerak yang harus dilumasi. Pada instalasi mesin terutama mesin induk sistem pelumasan sangat vital sehingga bila terjadi pelumasan yang tidak sempurna akan mengakibatkan kerusakan yang fatal. Salah satu dari fungsi pelumasan pada mesin induk adalah untuk “Memperkecil koefisien gesek yang terjadi sehingga bagian-bagian yang bergesekan tidak menjadi aus”.

“Rekomendasi bagi Anda yang sedang mencari toko aksesoris lampu mobil, Anda bisa kunjungi website dari ..!!!”

Sistem mesin induk diesel terdiri dari banyak bagian-bagian yang bergerak satu dan bergesek sama lainnya. Karena itu pada setiap motor banyak sekali terjadi peristiwa gesekan. Jika hal ini dibiarkan maka dalam waktu beberapa menit saja mesin akan menjadi panas. Sesuai dengan sifat fisik logam motor tersebut akan segera segera meleleh dan hancur. Hal ini sangat membahayakan bagi crew yang ada didekatnya dan dapat mengakibatkan kebakaran hebat serta dapat mengakibatkan kapal dapat tenggelam.Apabila kapal sampai tenggelam maka perusahaan akan menderita kerugian yang sangat besar yaitu kehilangan kapal dan sumber daya manusia yang handal.

Menurut Mulyawan.B.R (2008) sistem pelumasan pada motor diesel atau mesin induk sangat diperlukan terutama pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, yaitu pada bantalan roda gigi, dinding silinder, dan lain-lain. Minyak pelumas harus dapat didistribusikan pada bagian tersebut. Ada tiga macam sistem pelumasan yaitu :

3 Jenis Sistem Pelumasan

  1. Sistem percik

    Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan dipakai untuk motor yang berukuran kecil. Pada batang penggerak dilengkapi pada alat yang berbentuk pendek, sehingga pada waktu bergerak bagian tersebut mencebur kedalam kotak engkol yang diberi minyak pelumas dan melemparkan minyak pelumas pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan. Bagian yang banyak memerlukan pelumasan, yaitu bagian bantalan utama dari poros engkol, diperlukan pompa yang mengantarkan minyak pelumas melalui saluran -saluran.

  2. Sistem tekan

    Sistem ini adalah sistem yamg lebih sempurna dari sistem percik. Minyak pelumas dialirkan pada bagian yang memerlukan pelumasan dengan cepat dengan suatu tekanan dari pompa minyak pelumas. Pompa minyak pelumas yang banyak dipergunakan adalah dengan memakai pompa sistem roda gigi. Pompa ini bekerja dengan suatu tekanan, minyak pelumas mengalir melalui saluran dan pipa ke bagian-bagian seperti bantalan, roda gigi, ring piston,. Sedangkan untuk melumasi dinding silinder tetap menggunakan sistem percik. Cara ini sebenarnya merupakan gabungan dari sistem percik dibantu dengan sistem pompa.

  3. Sistem gravity

    Sistem ini adalah gabungan antara sistem tekan dan sistem percik. Keuntungannya adalah apabila sistem tekan tidak bekerja karena pompaminyak lumas rusak maka pelumasan pada batas-batas tertentu masih berlangsung dengan sistem gravity di alirkan dari LO gravity tank.

Sumber : Pdf repository.pip-semarang.ac.id

 

 

Lihat juga judul lainnya :

  1. Sifat Minyak pelumas
  2. Karakteristik pegas coil
  3. Karakteristik pegas daun
  4. Tipe suspensi independen
  5. Fungsi sistem pelumasan
  6. Bagian bagian chasis mobil
  7. Tujuan pelumasan pada mesin
  8. Nama nama bagian luar mobil
  9. Manfaat sistem suspensi mobil
  10. Sistem kemudi recirculating ball
  11. Jenis jenis oskilasi sprung weight
  12. cara kerja transmisi manual mobil
  13. Karakteristik sistem suspensi rigid
  14. Macam macam jenis suspensi rigid
  15. Komponen rangkaian lampu mobil
  16. Pengertian suspensi dan contohnya
  17. Alasan kenapa memilih rem cakram
  18. Jenis jenis pegas pada suspensi mobil
  19. Komponen utama sistem kemudi mobil
  20. Perbedaan suspensi depan dan belakang
  21. Komponen utama suspensi dan fungsinya
  22. Jenis pegas yang digunakan dalam sistem
  23. Perbedaan mobil matic dan mobil manual
  24. Shock absorber berdasarkan medium kerja
  25. Tipe shock absorber menurut cara kerjanya
  26. Komponen-komponen sistem lampu kepala
  27. Pengertian sistem suspensi tipe independen
  28. Macam macam kunci bengkel dan fungsinya
  29. Jenis shock absorber berdasarkan konstruksinya
  30. Klasifikasi shock absorber menurut cara kerjanya
  31. Macam macam metode oskilasi unsprung weight

 

 

Artikel terkait

Back to top button