News

4 Karakter Penting Fog Lamp, Pahami Agar Tetap Gaya Dan Aman

Fog lamp alias lampu kabut kini jadi fitur standar di mobil-mobil terbaru. Tak hanya versi pabrikan, produsen aksesori dan lampu aftermarket pun meracik beragam fog lam dengan desain atraktif dan fitur-fitur inovatif. Kita bisa menemukan berbagai jenis fog lamp untuk beragam tipe mobil di toko aksesori dan rumah modifikasi.  

Fog lamp bukan hanya pemanis wajah atau aksesori buat gaya-gayaan saja. Fog lamp dirancang untuk banyak kegunaan, terutama saat cuaca buruk. Di Indonesia, fog lamp sangat membantu saat kita berkendara di tengah hujan lebat, apalagi pada malam hari, di dataran tinggi atau jalanan berkabut.

Meski tampil dengan beragam desain yang fancy dan mudah dipasang, namun menggunakan fog lamp tak boleh sembarangan. Ada beberapa karakter dan pantangan yang mesti kita pahami mengenai lampu kabut ini, demi keselamatan dan kenyamanan kita serta pengendara lain. 

Bukan Lampu Senja
Jangan menyalakan fog lamp sebagai pengganti lampu senja, tanpa menyalakan lampu utama. Lebih baik nyalakan lampu utama, karena pendaran cahaya head lamp menyebar jauh ke arah depan. Jadi kita bisa melihat sampai jauh ke depan. Sorot fog lamp cenderung fokus ke satu arah, pandangan jarak dekat jadi lebih jelas, namun yang jauh tidak tersinari dengan baik.

Bukan Lampu Saat Kecepatan Tinggi
Saat berkendara pada kecepatan tinggi, jangan menyalakan lampu kabut. Sebab jangkauan cahaya fog lamp sangat terbatas dan sinarnya lebih merunduk ke arah bawah, membentuk sudut sekitar 45-50 derajat. Ini sangat berbahaya, karena pengemudi tidak dapat memantai objek atau situasi jalan yang berada jauh di depan.

Bikin Silau
Saat masuk jalan kecil, banyak yang menggunakan lampu kabut karena tak ingin membuat silau pengendara atau orang lain dengan lampu utama. Padahal, pendaran sinar fog lamp yang fokus ke satu arah justru lebih menyilaukan. 

Kuning Lebih Baik
Fog lamp paling dominan mengandalkan cahaya kuning atau putih kekuningan karena mata manusia dapat menyerap menyerap pantulan balik sinar dari obyek yang tersorot lampu kuning. Cahaya kuning dapat menerobos pekatnya hujan dan kabut dengan lebih baik, karena partikel warna kuning tak sepenuhnya terserap aspal atau cuaca. Warna putih tidak banyak membantu penerangan saat hujan lebat atau berkabut, karena justru akan terpantul balik.

Image source by: Otosia.com

Artikel terkait

Back to top button