News

Mengapa Lampu Belakang Wajib Berwarna Merah, Putih Dan Oranye?

Semua orang pasti tahu, warna lampu belakang atau stop lamp mobil. Di Indonesia, dan dimanapun juga, lampu belakang selalu memancarkan cahaya warna merah, putih dan oranye. Warna merah untuk lampu rem, warna putih untuk lampu mundur, serta warna oranye untuk lampu sein. Tak hanya kebiasaan, pengaturan warna ini bahkan diatur dengan jelas dalam undang-undang.

Warna lampu mobil, termasuk lampu belakang, diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor  55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 pasal 48 ayat 3 tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya. Menurut ketentuan ini, lampu penunjuk arah atau sein berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip, lampu rem berwarna merah, serta lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda. Aturan ini berlaku untuk semua lampu belakang pabrikan maupun lampu belakang aftermarket.

Pemilihan warna lampu mobil mengacu pada Vienna Convention on Road Traffic (1949), yang merupakan konvensi mengenai kendaraan di jalan raya. Pemakaian lampu yang menghasilkan cahaya dengan warna lain, atau menukar peruntukan seperti warna putih untuk lampu rem, bisa berbuntut konsekuensi hukum. Alias kena tilang. Hal ini karena pengaturan warna lampu ini berkaitan dengan keselamatan berkendara. Ketiga warna tersebut dipilih agar mudah ditangkap mata pengendara di belakang mobil.

Mata normal manusia sanggup menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400-700 nanometer (nm). Warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang yaitu 630-760 nm. Artinya, warna merah akan terlihat tetap jelas pada jarak paling jauh dibanding warna-warna lainnya. Dengan demikian, saat lampu rem menyala, dapat dilihat dengan jelas oleh pengendara di belakang kita. Bahkan saat gelap, hujan deras atau kabut. Hal ini tidak bisa diperoleh dari warna lain.

Sementara warna oranye atau jingga yang dipakai pada lampu sein, memilih spektrum di urutan kedua. Panjang gelombang warna jingga berkisar antara  590-620 nm. Inilah mengapa merah dan jingga dipilih menjadi warna lampu peringatan pada kendaraan.

Lalu mengapa warna mundur diberi warna putih, sama dengan lampu depan. Kalau yang ini, alasannya sederhana saja sih. Yang pertama, lampu mundur berwarna putih yang terang ini membuat pengendara di belakang waspada dan mengurangi kecepatan. Kedua, cahaya lampu putih yang terang tersebut dibutuhkan untuk menerangi area di belakang mobil saat mundur. Ini penting banget saat mundur di saat gelap seperti area parkir di basement. Biar enggak nabrak, gitu aja…

Tag
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close