News

Jenis-Jenis Ban Mobil Dan Fungsinya

Kenyamanan saat berkendara atau penumpang mobil tergantung dari banyak faktor. Salah satu faktor terpenting yaitu penggunaan ban yang tepat.  Selain digunakan secara fungsional, ban juga banyak digunakan orang mempercantik mobilnya. Bila dianalogikan, ban itu sepatu yang digunakan oleh velg. Ban berperan untuk menghindari resiko aus dan kerusakan pada velg, mengurangi getaran karena permukaan jalan yang tidak mulus. Memberikan kestabilan antara jalan dan kendaraan untuk mempermudah pergerakan dan meningkatkan percepatan

Di pasaran banyak di jual Jenis – jenis ban dengan kegunaannya sendiri-sendiri. Jangan salah membeli ban. Kenyamanan dan keselamatan berkendara akan menjadi taruhannya.

Bagi pemula yang berkecimpung di dunia otomotif, mungkin pengetahuan tentang jenis ban masih terbatas.

Baiknya, kenali jenis – jenis ban dan fungsinya. Dengan begitu, anda bisa memilih ban yang paling cocok untuk kendaraan plus style anda.

Jenis – jenis ban dan kegunaannya

Ban Bias (Bias Tyres)

Jenis ini yang paling umum digunakan orang. Terbuat dari beberapa lembar cord untuk melapisi bagian rangka ban. Benang kanvasnya disusun berselang seling secara diagonal dengan sudut 30 sampai 40 derajat dengan lingkar ban.  Struktur ban yang sedemikian rupa ini membuat ban tertekan ke arah belakang dan depan. sehingga panas akibat gesekan dengan jalan terpusat pada bagian tengah permukaan ban. Cengkramannya yang kuat pada permukaan jalan membuat ban ini  dapat bergerak halus pada permukaan jalan yang kasar. Namun berefek pada penggunaan BBM yang lebih banyak.

Ban Radial (Radial Tyres)

Pada ban ini kawat baja yang sudah ditenun disusun melingkar.  Serat kawat bajanya membentuk sudut 90 derajat dan terlihat menyilang pada lingkar ban. Ban radial banyak digunakan pada mobil yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Atau untuk mobil angkutan barang (truk) berjenis ringan. Kekuatannya tidak dikhususkan untuk kendaraan yang memiliki bobot jauh lebih berat.  sehingga tidak cocok digunakan untuk jenis mobil berat seperti mobil tronton.

Karena permukaan tapaknya merata ketika digunakan, kendaraan yang menggunakan ban ini akan lebih stabil pergerakanya. Dan efek aus akibat pergesekan dengan jalan akan terjadi secara merata pada semua permukaan ban.

Daya cengkramnya tidak terlalu kuat, membuat daya gulirnya lebih cepat hingga dapat mengirit penggunaan bahan bakar.

Ban Run Flat (Run Flat Tyre / RFT)

Ketika menggunakan jenis ban ini, pengendara tidak perlu kuatir akan ban bocor.  Meskipun tidak membawa ban serep. Alasannya karena ban ini tetap dapat dipakai untuk berkendara dalam keadaan kempes bahkan tanpa angin. Ban dengan tekanan 0 atau benar-benar kosong tanpa angin, aman digunakan hingga 80 km /jam laju mobil. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada jenis ban lain, dinding kiri kanan ban akan tersobek-sobek jika dipaksakan jalan dengan kondisi kempes.

Keunggulan yang tidak dimiliki oleh ban jenis lain, membuat harganya jauh di atas 2 atau 3 kalinya ban konvensional.

Ban Tubeless (Tubeless Tyres)

Ban jenis ini sudah sangat terkenal di dunia otomotif. Rancangan khusus yang dibuat pada ban ini membuatnya memiliki kemampuan menahan udara tanpa ban dalam. Lapisan dalamnya yang menghindari terjadinya kebocoran pada ban radial. Cairan anti bocor juga ditambahkan saat pemasangan ban. Ini bertujuan agar udara dapat bertahan lebih lama di dalam ban dan tidak mudah kempes meskipun tertusuk paku.

Ban Off-Road (Off Road Tyres)

Kita bisa mengira-ira seperti apa ban jenis ini. Ya, memang ban Off Road dirancang untuk kendaraan yang biasa melalui jalan yang bukan aspal, basah dan berbatu.

Jenisnya ban ini terbagi terbagi menjadi 2:

  • All TERRAIN Tyres- digunakan untuk melintasi jalan biasa dan off-road.
  • MOUNTAIN TERRAIN TYRE – untuk perjalanan yang berlumpur dan berpasir. Perbedaannya selain dari fungsi bisa dilihat dari bentuknya. Pada mountain tire bentuk alur permukaan ban lebih menonjol dan banyak celah grip jika dibandingkan dengan type All Terrain
Tag
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Cek juga
Close
Back to top button
Close