News

Jenis Busi Mobil Dan Fungsinya

Don’t judge the book from its cover, mungkin bisa pas disematkan pada BUSI. Walaupun bentuknya kecil tapi busi punya peranan sangat besar dan terpenting pada dapur mesin mobil. Tanpa busi, mobil tidak akan bisa dinyalakan. Hebatkan!

Kita harus rutin melakukan perawatan pada busi agar mobil bisa selalu dinyalakan tanpa gangguan. Dan tidak menimbulkan permasalahan pada mesin mobil.

Busi dan Komponennya

Busi adalah komponen mesin yang diletakkan pada sistem pengapian kendaraan. Yang berfungsi memercikkan api untuk membakar bensin dan udara yang sudah dikompres melalui piston. Percikan api pada busi didapat dari mengkonversi listrik bertegangan tinggi dari ignition coil. Dengan kata lain busi meneruskan arus listrik dari output kumparan sekunder koil, tidak secara langsung menghasilkan api.

Fungsi busi yang lain adalah untuk menarik dan mengirim energi panas pada ruang pembakaran ke sistem pendingin mobil.

Meskipun tampak sederhana, komponen pada busi ternyata cukup rumit. Bagian-bagian busi itu :

  1. Terminal: berada paling ujung busi dan ignition. Terbuat dari besi yang bertugas untuk menghubungkan busi dengan sistem pengapian.
  1. Insulator: bagian ini memiliki kegunaan untuk memindahkah panas ke kepala silinder. Terbuat dari keramik, insulator juga bertugas  mengiolasi batang terminal dan elektroda yang berada di tengah busi. dan sebagai penyangga mekanik untuk inti elektroda yang berada di tengah.
  1. Corrugation / Ribs: memiliki fungi agar arus listrik tidak keluar merambat keluar komponen mesin yang bertindak sebagai massa negatif. Bentuknya bergelombang, bertujuan untuk memberi jarak yang cukup jauh antara elektroda inti dan ground.
  1. Insulator Tip: Diperlukan bahan yang tahan panas dengan temperatur tinggi untuk membuat bagian ini. Pada bagian ini pembakaran terjadi diruang bakar. Bagian ujung insulator ini mampu menahan tegangan listrik hingga 60.000 V dan panas 650 derajat.
  1. Gasket: digunakan sebagai penutup supaya tidak terjadi kompresi di ruang bakar dan mengalir keluar.
  1. Metal Case: Pengunci busi ke silinder head dan penghantar panas.
  1.  Inti Elektroda: Penyalur listrik dan penghubung ke terminal. Biasa terbuat dari tembaga atau kombinasi beberapa logam seperti besi, tembaga, nikel.
  1. Ground: Bagian busi ini bersentuhan langsung dengan body atau ground mesin untuk memindahkan arus listrik.

Macam – macam busi dan kegunaannya

Busi bekerja menghasilkan spark atau percikan api pada elektroda pada ruang pembakaran mobil. Tenaga untuk menghasilkan bunga api oleh busi berasal dari aki atau baterai mobil.

Berdasarkan hal itu, penting bagi kita mengetahui jenis busi yang cocok dengan karakter dan tingkat kompresi kapasitas mobil.

Busi terbagi menjadi 2 berdasarkan  bentuk insulatornya, yaitu busi panas dan busi dingin.

Busi dingin memiliki bentuk instulator yang pendek dan memiliki daya hantar panas yang cepat. Sedangkan busi panas bentuk insulatornya lebih pendek dan lambat dalam menghantarkan panas. Sehingga suhu busi saat bekerja relatif lebih panas.

Jika dilihat sekilas, semua busi nyaris tidak ada beda satu sama lain. Tetapi ternyata di pasaran ada 3 jenis busi yang berbeda. Perbedaan tersebut berdasarkan bentuk ujung inti elektroda, perbedaan durabilitas dan bahan baku busi. Yuk, kenali agar tidak salah mengganti busi mobil.

  1. Busi Biasa (copper)

Biasa dikenal dengan busi standar bawaan pabrikan. Jenis busi yang banyak dan umum dipakai ini tidak memiliki keunggulan dalam berakselerasi, karena memang didesain untuk kendaraan yang biasa dipakai sehari-hari. Pemakaiannya terbatas hanya pada putaran rpm mesin yang rendah, stabil dan menengah.

Memiliki ujung inti elektroda yang terbuat dari tembaga dan berbentuk batang kecil. Tembaga logam yang mudah korosi meskipun tergolong konduktor yang cukup baik. Titik leleh logam ini sekitar 1.085 derajat celcius.

Kemampuannya menghasilkan stasioner mesin yang stabil dan relatif awet, menjadi pertimbangan pengemudi untuk menggunakan busi ini.

  1. Busi Semi Racing (platinum)

Biasa dikenal sebagai busi semi racing. Jika dibandingkan dengan busi standar, jenis busi ini memiliki bentuk lebih ramping dan lancip. Jangka waktu pemakaiannya juga lebih pendek. Hal ini disebabkan oleh Yaitu berkisar 3 hingga 4 tahun pemakaian. Hal ini disebabkan busi ini termasuk dalam busi panas. Mekanisme dalam akselerasi mesin naik turun atau tidak stabil.

Ujung inti elektroda busi terbuat dari platinum. Logam ini masuk dalam kategori logam mulia berwarna putih dengan tekstur padat dan anti korosi.

Kegunaan busi platinum tidak jauh berbeda dengan busi standar. Yang membedakan, busi ini mampu mencegah proses karbon sehingga mampu memberikan tenaga yang lebih responsif pada penggunaan mesin pada rpm rendah.

Busi platinum lebih baik daripada busi standar jika digunakan pada mesin yang sesuai. Busi ini bisa menahan panas hingga  21% dan umur penggunaannya bisa lebih panjang jika digunakan dengan sesuai.

  1. Busi iridium

Biasa juga dikenal dengan busi racing yang digunakan pada rpm tinggi dan termasuk dalam busi dingin. Dibandingkan dengan kedua busi sebelumnya, busi iridium adalah busi dengan kemampuan akselerasinya yang lebih agresif.

Bentuk ujung elektroda meruncing yang berguna untuk dapat memercikkan api secara merata. Terbuat dari logam iridium yang sangat tahan panas dan anti karat.Titik leleh logam ini 2000 derajat celcius membuat logam ini mampu menjadi konduktor yang baik.

Busi ini menghasilkan durabilitas yang baik daripada busi konvensional. Ini yang membuat umur pemakaian busi iridium paling unggul dan awet. Biasanya baru perlu diganti jika sudah mencapai interval 10.000 kilometer.

Jadi pastikan dahulu karakteristik dan kemampuan kompresi mobil kita sebelum memutuskan untuk membeli dan mengganti busi yang memang sudah harus diganti. Hal ini penting agar busi dapat bekerja maksimal untuk meningkatkan sistem kerja mesin dan menjaganya agar tetap baik

Tag
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Cek juga
Close
Back to top button
Close