
Aki adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistem starter mesin, sistem pengapian, lampu – lampu dan komponen kelistrikan lainnya. Alat ini menyimpan listrik dlaam bentuk energi kimia, yang dikeluarkannya bila dipelrukan dan mensuplainya ke masing – masing sistem kelistrikan atau alat yang memerlukannya. Karena di dalam proses aki kehilangan energi kimia, maka alternator mensuplainya kembali kedalam aki ( yang disebut pengisian ). Aki menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia.Siklus pengisian dan pengeluaran ini terjadi berulang kali dan terus menerus.( Gunawan Hanafi, Dr. Bandung 1993).
Ketika Aki dipakai, terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan endapat pada anode (redquksi) dan katode (oksidasi). Akibatnya, dalam waktu tertentu antara anode dan katode tidak ada beda potensial, artinya aki menjadi kosong. Supaya Aki dapat dipakai lagi, harus diisi dengan cara mengalirkan arus listrik kearah yang berlawanan dengan arus listrik yang dikeluarkan Aki itu. Ketika Aki diisi akan terjadi pengumpulan muatan listrik. Pengumpulan jumlah muatan listrik dinyatakan dalam ampere jam disebut tenaga Aki. Pada kenyataannya, pemakaian Aki tidak dapat mengeluarkan seluruh energy yang tersimpan Aki itu. Oleh karenanya, Aki mempunyai rendemen atau efisiensi. Berikut ini merupakan beberapa jenis aki adalah sebnagai berikut..
Jenis-Jenis Aki
-
Aki Basah
Hingga saat ini aki yang populer digunakan adalah aki model basah yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki saat ia kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki. Sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb).Kelemahan aki jenis ini adalah pemilik harus rajin memeriksa ketinggianlevel air aki secara rutin.Cairannya bersifat sangat korosif. Uap air Aki mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak jika terkena percikan api. Memiliki sifat self-discharge paling besar dibanding Aki lain sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu lama.
-
Aki Hybrid
Pada dasarnya Aki hybrid tak jauh berbeda dengan Aki basah.Bedanya terdapat pada material komponen sel Aki.Pada Aki hybrid selnya menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Aki jenis ini memiliki performa dan sifat selfdischarge yang lebih baik dari Aki basah konvensional.
-
Aki Bebas Perawatan / Maintenance Free (MF)
Aki jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air Aki. Uap Aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air Aki selalu pada kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki. Aki jenis ini biasanya terbuat dari basis jenis Aki hybrid maupun Aki kalsium.
-
Aki kering
Adalah Aki yang menggunakan Calcium pda lmpengan grid (+) dan (-), dengan penyekat berupa jaring (mat) yang menyerap cairan elektrolit (umumnya berupa gel), dengan kemasan Aki yang tertutup rapat (disegel). Ketika terjadi penguapan atau gas, akan diserap oleh mat tersebut, sehingga tidak terjadi pengurangan jumlah cairan elektrolit.
-
Aki Gel
Aki gel menggunakan cairan elektrolitnya berupa gel, jadi tidak mudah tumpah dan bisa diletakkan diberbagai macam posisi, tapi umumnya aki gel tidak bisa memproduksi arus besar dalam durasi yang cukup lama, tidak seperti Aki basah. Kontruksi Aki digambarkan dengan ilustrasi pada gambar bagian-bagian Aki.Berikut adalah penjelasan dari tiap-tiap bagian Aki.
Sumber : Pdf repository.stimart-amni.ac.id
Baca juga judul lainnya :
- Bagian bagian chasis mobil
- Nama nama bagian luar mobil
- Manfaat sistem suspensi mobil
- Pengertian suspensi dan contohnya
- Komponen utama sistem kemudi mobil
- Perbedaan suspensi depan dan belakang
- Macam macam kunci bengkel dan fungsinya



