News

Jangan Buka Tutup Masker Saat Dalam Mobil, Ini Lho Alasannya

World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa penggunaan masker efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Masker yang baik kualitasnya dan dipakai dengan benar akan melindungi dari microdroplet atau percikan yang sangat kecil, yang dapat melayang di ruangan sempit berventilasi buruk atau tertutup, seperti dalam mobil.

Di Jakarta, aturan mengenai menggunakan masker dalam kendaraan bermotor tertuang dalam Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta (PERGUB DKI Jakarta) Pasal 4a nomor 79 tahun 2020. Setiap orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu, yang meliputi : menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu ketika: berada di luar rumah, berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, dan/atau menggunakan kendaraan bermotor.

Jadi ketika kini gelombang penyebaran Covid-19 semakin meningkat, saat berada dalam mobil, apalagi bersama penumpang lain, memakai masker tetap jadi tindakan teraman. Mobil merupakan ruang yang terhitung sempit, ventilasi udara terbatas, apalagi bila tertutup dan mengandalkan udara dari AC.

Dalam sebuah wawancara untuk Kontan, Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyebut bahwa pemakaian masker dalam mobil tidak diperlukan, bila kita sendirian dalam mobil. Saat kita sendirian di dalam mobil, risiko terjadinya penularan sebenarnya rendah. Jadi, apabila kita tidak menggunakan masker saat menyetir sendiri di dalam mobil, kemungkinan kita tertular Covid-19 hampir tidak ada.

Namun, hal tersebut hanya berlaku bila selama berkendara : kita tidak membuka jendelamobil, tahu cara menyimpan masker secara baik dan benar, bisa terjangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan, serta tidak keluar masuk mobil atau berkontak dengan satu orang pun. Sementara untuk sekadar membuka gerbang dan bayar parkir pun kita harus buka jendela.

Membuka dan memasang masker berkali-kali, bisa mengurangi efektivitas perlindungannya. Saat membuka dan memasang masker kembali, tangan akan menyentuh masker tersebut. Padahal tangan adalah media yang paling sering dihinggapi oleh virus maupun faktor penyebab lainnya.

Artikel terkait

Back to top button