AksesorisModifikasiNewsProdukTrendingUnggulan

Daytime Running Light, Bukan Pengganti Lampu Utama Mobil Ya…

Daytime Running Light (DRL) kini menjadi fitur standar di banyak mobil terbaru. DRL otomatis menyala saat mobil dinyalakan. Tidak seperti lampu depan, DRL cukup redup dan tidak menerangi jalan di depan. Tujuan DRL atau lampu jalan siang hari adalah untuk meningkatkan visibilitas mobil, sehingga pengemudi lain bisa melihat mobil kita di jalan. Terlebih pada saat cuaca buruk, seperti hujan deras.

Kini DRL bukan lagi hal baru di Indonesia. Beberapa tahun terakhir pabrikan-pabrikan mobil telah memasang lampu DRL pada setiap produksi mobilnya. Diawali pada mobil Eropa yang mengadopsi lampu DRL, agar pengendara tak perlu repot menyalakan lampu saat melintasi terowongan atau ketika jalanan mulai gelap.

Fitur DRL awalnya dibuat agar mobil lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketimbang sebagai pencahayaan utama, terutama di peralihan waktu, saat sore hari. Oleh karena itu DRL otomatis mati ketika lampu utama dinyalakan.

Pabrikan umumnya menyematkan DRL untuk lampu depan, tetapi ada juga yang mengaplikasikannya untuk lampu belakang. Di Eropa DRL sudah dikenal sejak 1970an, tapi baru jadi fitur wajib mobil keluaran baru sejak tahun 2011. Negara-negara Skandinavia dan Eropa Utara seperti Finlandia, Swedia dan Rusia merupakan pelopor pengguna DRL. Volvo bahkan sudah menerapkannya sejak tahun 1972, sebagai fitur keselamatan mobil di siang hari.

DRL dirasa efektif terutama di musim dingin dan di negara-negara tersebut yang intensitas cahaya mataharinya minim, bahkan saat siang hari. Di negara-negara ini, beberapa penelitian yang dilakukan sejak tahun 1970an telah menunjukkan bahwa penambahan lampu sorot siang hari mengurangi kecelakaan.

Di Indonesia beberapa kendaraan model baru sudah dilengkapi dengan fitur ini. Beberapa orang bahkan sudah mulai menambahkan komponen aftermarket DRL untuk mobilnya. Keberadaan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara. Tapi kadang masih terdapat kebiasaan dan salah pemahaman yang justru membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lain.

Masih ada pengendara yang terkadang lupa atau tidak sadar perlunya menyalakan lampu utama saat mulai gelap, karena merasa DRL sudah cukup menerangi jalan. Ingat ya guys, meski penerangan yang dihasilkan DRL cukup baik, tetap selalu nyalakan lampu utama saat hari mulai gelap. Mengapa? Agar lampu belakang juga menyala.

Dalam penelitian oleh Committee for Risk Assessment (RAC) di Eropa terhadap 2.061 pengemudi, diperoleh fakta bahwa 62 persen pengguna mobil pernah menemukan pengemudi yang tidak menyalakan lampu utama pada malam hari, dan hanya mengandalkan DRL. Perilaku ini mengganggu pengguna lain, sekaligus berbahaya.

“Mereka beranggapan ketika ada DRL yang menyala di depan maka ada juga lampu belakang. Di sisi lain, yang sama mengkhawatirkannya, pengemudi mungkin merasa pencahayaan (DRL) sudah cukup untuk menerangi jalan,” ujar Juru Bicara RCA, Pete Williams dalam keterangan resminya.

DRL memang menjadi fitur standar mobil keluaran baru. Bagaimana untuk mobil lawas? Tenang, toko aksesori mobil dan rumah modifikasi kini banyak menyediakan produk lampu mobil aftermarket untuk modifikasi mobil yang tidak dilengkapi DRL. Tujuannya agar tampilan makin atraktif, fitur mobil pun makin mutakhir.

DRL aftermarket ditawarkan untuk berbagai brand dengan berbagai desain. Pemasangannya pun mudah, banyak produk lampu modifikasi yang bisa diaplikasi dengan sistem plug and play. Tampilan lebih mutakhir, visibility pun makin baik. Tapi ingat, tetap safety first. Jangan lupa nyalakan lampu utama saat hari makin gelap yaa…

Artikel terkait

Back to top button