
Seperti badan manusia, mobil juga butuh cairan dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk dapat berfungsi. Setidaknya ada 6 cairan yang vital untuk kinerja mesin dan sejumlah komponen penting lain. Pemeriksaan 6 cairan ini merupakan salah satu langkah perawatan rutin untuk memastikan komponen-komponen mobil sehat dan mobil aman untuk digukanan.
Kualitas dan volume cairan ini bisa kita cek sendiri, kita tambahkan atau ganti sesuai kebetuhan. Namun ada kondisi tertentu yang mengindikasikan kemungkinan kerusakan pada bagian mobil, dan mesti dicek oleh profesional atau bengkel. Apa sajakah itu? Nih, langsung cek satu-satu…
- Oli Mesin
Oli mesin wajib hukumnya untuk dicek setiap hari, atau setidaknya saat mobil akan digunakan. Ini penting untuk memeriksa tingkat kekentalannya serta jumlahnya, apakah oli mesin berkurang atau tidak. Pastikan ketinggian oli selalu berada di antara batas maksimum dan minimun. Perhatikan warna oli, bila sudah berubah atau bahkan menghitam, segera ganti oli.
- Oli Transmisi & Power Steering
Cairan ini menjaga kestabilan dan handling saat berkendara. Bila oli power steering berkurang, isi lagi smapai batas maksimal pada wadah oli power steering. Pastikan volumenya berada di antara batas minimum dan maksimum. Kurang oli dapat berakibat rusaknya power steering. Biasakan juga untuk selalu meluruskan roda depan saat parkir untuk menjaga kinerja power steering. - Air Radiator
Dua air ini penting untuk kinerja mesin dan keselamatan. Cek air radiator sebelum memanaskan mesin, bisa langsung dilihat dari tangki air radiator. Bila berkurang, tambahkan sesuai batas yang disarankan, tertera pada wadah. Periksa juga apakah ada rembesan air atau coolant. Jangan sampai radiator kering karena bisa berakibat mobil overheat dan berujung mogok. - Cairan Wiper
Sementara cairan wiper, penting untuk menjaga kebersihan kaca mobil, terutama kotoran yang mengandung minyak. Cairan ini juga membantu sapuan karet wiper agar lebih licin dan bersih sempurna. Menyapu kaca tanpa cairan wiper, dapat merusak karet wiper dan kaca mobil. Air wiper memiliki formula khusus, jangan gunakan air sabun, apalagi yang mengandung deterjen.
- Minyak Rem
Segera tambahkan bila minyak rem berkurang untuk menjaga kinerja rem tetap optimal. Pastikan ketinggiannya berada di batas maksimum. Kalau berkurang hingga di bawah batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera cek di bengkel. Ketinggian minyak rem hingga jauh di bawah batas minimum, bisa jadi pertanda adanya kebocoran sistem rem yang berisiko mengakibatkan rem blong. - Air aki
Ini penting bila mobil masih menggunakan aki basah. Periksa air aki setidanya tiap 2 minggu sekali, pastikan ketinggian cairan aki pada seluruh sel ada di antara batas bawah dan batas atas.Image source by: Carandbike



