Tips & Trik

Jangan Abaikan, 5 Tanda Kerusakan Suspensi

Suspensi yang sehat merupakan kunci modifikasi yang keren, serta berkendara yang aman dan nyaman. Tampilan stylish mobil modifikasi elegan ataupun racing, salah satu kuncinya adalah suspensi yang menopang postur mobil. Sementara untuk kenyamanan serta safety, suspensi menjaga mobil tetap stabil, mudah dikendalikan, serta meredak benturan karena lubang atau gundukan saat kendaraan bergerak.

Area kaki atau suspensi yang tidak sehat, bila dibiarkan tak hanya mempertaruhkan penampilan dan kenyamanan, tapi juga keselamatan. Meski begitu seperti halnya orang sakit, suspensi yang mulai tidak fit juga ada gejala-gejalanya. Tanda-tanda suspensi mobil yang tidak sehat atau rusak ini bisa kita lihat, dengar dan rasakan. Nih, 5 tanda suspensi mobil kita rusak atau sakit. Jangan diabaikan, agar bisa segera diantisipasi dan diperbaiki.

Limbung di Kecepatan Tinggi

Rasanya bodi mobil seperti melayang saat dipacu dalam kecepetan tinggi. Suspensi terasa limbung, kaki-kaki seperti tidak mencengkeram permukaan jalan. Hal ini karena shockbreaker yang telah lemah, berakibat bodi kendaraan terasa melayang.

Bunyi-Bunyian

Jangan dicuekin bila terdengar bunyi aneh seperti decitan pada suspensi. Bisa dipastikan hal ini muncul karena komponen suspensi tidak bekerja secara optimal lagi. Bunyi di kaki-kaki mobil merupakan indikasi adanya kerusakan shockbreaker. Seperti suara benturan, bunyi-bunyian ‘duk-duk’ saat melaju atau melewati lubah, benjolan atau polisi tidur. Suspensi seolah-olah mentok. Sebaiknya segera ganti shockbreaker sebelum merusak komponen kaki-kaki yang lain.

Tapak Ban

Tapak ban aus, seperti termakan oleh gesekan, namun tidak rata meskipun sudah dilakukan wheel alignment & balancing. Biasanya terjadi di dinding ban bagian luar. Hal ini karena shockbreaker tidak bisa menopang tubuh mobil dengan presisi, sehingga ban aus pada satu sisi tertentu.

Oli Bocor

Waspada bila ada bagian suspensi yang basah karena oli, biasanya di batang as shockbreaker. Kalau terlihat ada rembesan oli, besar kemungkinan ada kebocoran oli suspensi. Bila cairan yang berada di dalam tabung shockbreaker ini habis, maka kinerja piston di shockbreaker juga tidak maksimal. Akibatnya, peredamanan guncangan tidak sempurna.  Saat di jalan rusak, berlubang, gundukan seperti polisi tidur atau jalan bergelombang, sokbreker kurang mampu meredam guncangan. Kalau sudah bocor begini, shockbreaker sebagaiknya diganti.

Bantingan Keras

Fungsi utama shockbreaker adalah meredam guncangan ketika mobil melewati jalan tidak rata. Jadi, ketika fungsi ini tidak berjalan dengan baik, sudah pasti ada bagian suspensi yang rusak. Ciri-cirinya, saat melalui jalan rusak, bantingan mobil terasa keras. Suspensi tidak lagi terasa empuk. Kalau sudah begini, konsultasikan dengan bengkel atau rumah modifikasi andalan untuk mengatasinya. Apalagi kalau sudah modifikasi dengan suspensi aftermarket seperti lowering kit.

Artikel terkait

Back to top button