
Bohlam lampu adalah kunci lampu depan dan wajah mobil yang eye catching. Jangan sampai sudah ganti lampu standar dengan lampu aftermarket yang dilengkai desain dan fitur kekinian, semua jadi mubazir gara-gara bohlam lampu mati. Bukannya naik kelas dengan wajah mobil yang lebih eye catching, malah hati jadi kesal.
Bohlam lampu mati, padahal belum lama dipakai, merupakan problem yang pernah dialami banyak pengguna mobil. Tak hanya merusak penampilan yang sudah trendy dengan modifikasi dan aksesori kekinian, bohlam mati juga merusak safety dan membahayakan. Apalagi saat perjalanan malam atau cuaca ekstrem.
Bohlam mati sebelum waktunya, saat belum lama dipakai, sudah jelas mengindikasikan adanya masalah pada sistem kelistrikan mobil. Salah satu pemicunya, karena overcharged alias pengisian listrik yang berlebihan. Lampu mobil hidup karena suplai arus listrik dari alternator dan aki. Saat suplai dari alternator berlebihan, voltasi yang dikirim dari aki ke bohlam pun jadi berlebih.
Akibatnya, voltase yang diterima bohlam jadi lebih besar, lampu tidak kuat dan mati. Voltase besar membuat filamen lampu jadi lebih cepat panas. Panas yang berlebihan ini mengakibatkan filamen lampu mudah putus. Bohlam yang putus akibat voltase berlebihan ini biasanya disertai kaca lampu yang menghitam, karena kelebihan panas.
Mengapa ini bisa terjadi? Bisa jadi karena adanya kerusakan pada alternator. Lakukan pengecekan di bengkel atau rumah modifikasi kepercayaan, saat terjadi kasus bohlam mati atau pada saat modifikasi dan mengganti lampu standar dengan lampu aftermarket. Hal ini untuk memastikan, lampu aftermarket kerennya dipasang di mobil dengan kelistrikan sehat dan enggak bakal cepat mati.
Image source by: Caroline.id



