
Wiper mobil berperan penting dalam menjaga visibilitas saat berkendara, terutama ketika hujan. Jika wiper mulai meninggalkan bekas air atau garis di kaca depan, hal ini menandakan bahwa kinerjanya sudah tidak optimal. Kondisi ini dapat mengganggu pandangan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Mengenali tanda wiper yang harus diganti akan membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.
Penyebab Wiper Meninggalkan Bekas Air
• Karet wiper sudah mengeras
Paparan panas matahari membuat karet kehilangan elastisitas sehingga tidak menyapu air dengan sempurna.
• Permukaan karet wiper aus atau retak
Karet yang sudah aus tidak dapat menempel rata di kaca.
• Kotoran menempel pada karet atau kaca
Debu dan pasir membuat sapuan wiper tidak bersih.
• Tekanan lengan wiper melemah
Pegas lengan yang lemah mengurangi daya tekan wiper ke kaca.
Dampak Wiper yang Tidak Optimal
• Pandangan pengemudi terganggu
• Kaca depan terlihat buram saat hujan
• Risiko kecelakaan meningkat
• Kaca depan berpotensi tergores
Wiper yang tidak bekerja maksimal sebaiknya segera diganti.
Tanda Wiper Sudah Harus Diganti
• Wiper meninggalkan garis air di kaca
• Timbul suara berdecit saat digunakan
• Sapuan wiper tidak merata
• Karet wiper terlihat retak atau sobek
Waktu Ideal Mengganti Wiper Mobil
• Setiap 6–12 bulan sekali
• Saat memasuki musim hujan
• Ketika performa wiper mulai menurun
Mengganti wiper tepat waktu membantu menjaga visibilitas tetap optimal.
Kesimpulan
Wiper mobil yang meninggalkan bekas air merupakan tanda jelas bahwa karet wiper sudah tidak layak pakai. Mengganti wiper secara rutin akan menjaga kaca depan tetap bersih dan pandangan tetap jelas, sehingga berkendara menjadi lebih aman dan nyaman di segala kondisi cuaca.
Image source by: Mobil Komersial



