News

Tanggung Sendiri Nih, 6 Kerusakan Akibat Ngebut di Jalan Berlubang

Musim hujan yang baru berlalu, biasanya meninggalkan banyak jalan berlubang karena genangan air. Lubang di beberapa bagian aspal bisa merusak mobil, apalagi bila kita melewati lubang-lubang jalan tersebut dengan kecepatan tinggi. Seperti ranjau, menghajar lubang jalanan dengan kecepatan tinggi bisa berakibat fatal pada sejumlah komponen mobil. Makin berbahaya, apabila mobil sudah dimodifikasi.

Mobil dengan modifikasi suspensi, ceper atau menggunakan aksesori seperti body kit atau spoiler, lebih rentan mengalami kerusakan akibat ngebut di atas jalan berlubang. Bagian yang paling rentan adalah komponen yang dekat dengan permukaan jalan seperti suspensi, knalpot hingga bodi bagian bawah seperti spoiler atau bumper. Kurangi kecepatan dan tingkatkan kehati-hatian saat melintas di jalan berlubang. Kalau nekat ngebut, nih 5 kerusakan yang bakal terjadi.

  1. Ban Benjol dan Bocor

Ban merupakan satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan dengan permukaan jalan. Jadi ketika mobil menhantam lubang dengan kecepatan tinggi, ban jadi bagian yang pertama kali rusak. Benturan dengan permukaan jalan rusak atau lubah, dapat menimbulkan tonjolan dinding ban atau benjol, pemisahan tapak atau kempis. Ini bisa terjadi karena lubang dengan tepian keras yang menekan ban. Ban yang bocor atau kempis masih bisa diperbaiki. Tapi kalau sampai benjol atau tapaknya terkelupas hingga kawatnya putus, mesti ganti dengan yang baru.

  1. Pelek Peyang

Hantaman keras yang diterima ban saat melewati lubang, energinya disebar ke pelek. Ini sebabnya pelek bisa penyok, retak, bahkan pecah akibat melindas lubang. Cek fisik pelek, apakah ada bekas cuilan di salah satu bagiannya. Kalau sampai pecah atau retak, demi safety, sebaiknya ganti dengan yang baru. Perbaikan bisa dilakukan bila kerusakannya hanya penyok atau retak rambut.

  1. Kaki-kaki Rusak

Bantalan yang bertugas mengubah sudut roda akibat pergerakan suspensi atau lingkar kemudi bisa rusak bila mobil sering menghantam lubang dengan cepat. Kerusakan yang paling sering terjadi di lower arm, ball joint serta tie road end. Ciri-cirinya, saat melaju di jalan lurus mobil berbelok meskipun setir tidak digerakkan. Kerusakan ini bisa diatasi dengan wheel alignment atau spooring.

  1. Suspensi Lemah

Hantaman keras secara tiba-tiba atau terus-menerus, dapat berakibat sejumlah masalah suspensi. Salah satu tandanya, ayunan suspensi yang lemah saat melewati jalan rusak.Suspensi yang rusak biasanya amblas dan membuat posisi mobil jadi miring. Kalau dibiarkan, handling jadi sulit karena limbung. pengendalian menjadi limbung. Untuk mengatasinya, bisa ganti karet seal yang bocor, oli shockbreaker atau ganti shockbreaker baru.

  1. Knalpot Patah dan Ambrol

Komponen ini bisa rusak bila mobil menghantam lubang yang cukup besar atau dalam. Posisi knalpot yang berada di kolong membuat komponen ini bisa terhantam pinggiran lubang bila mobil amblas cukup dalam. Efeknya knalpot penyok, hingga pecah atau lepas bila kecepatan mobil cukup tinggi. Bila knalpot rusah atau bocor, akibatnya suara jadi bising, kehilangan tenaga hingga kebocoran gas buang ke kabin.

  1. Bodi Bawah Penyok

Kerusakan bodi bawah bisa saja terjadi bila mobil yang menghantam lubang memiliki ground cleareance rendah atau ceper. Bagian yang mengalami kerusakan biasanya bagian body kit, seperti bumper atau side skirt. Kerusakan ini memang tidak mempengaruhi performa kendaraan, namun penampilan mobil jadi rusak karena ada bagian eksterior mobil yang penyok atau pecah

Tag
Tampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button
Close