
Sistem rem dirancang untuk mengontrol kecepatan/laju (mengurangi/memperlambat kecepatan dan menghentikan laju), dengan tujuan meningkatkan keselamatan dan untuk memperoleh pengendaraan yang aman. Prinsip kerja rem adalah dengan mengubah energi gerak/kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan.
Untuk lebih memahami mengenai sistem brake/rem yang terdapat pada kendaraan, berikut adalah tabel komponen – komponen yang digunakan pada sistem brake/rem, beserta fungsinya (Hadi Suprapto, 2006), yaitu :
Komponen Sistem Rem dan Fungsinya
-
Pedal Rem
Pedal rem adalah komponen pada sistem rem yang dimanfaatkan oleh pengemudi untuk melakukan pengereman (Hadi Suprapto, 2006). Fungsi pedal rem memegang peranan yang penting didalam sistem rem. Tinggi pedal harus dalam tinggi yang ditentukan. Jika terlalu tinggi, diperlukan waktu yang lebih banyak bagi pengemudi untuk menggerakkan dari pedal gas ke pedal rem, yang mengakibatkan pengereman akan terlambat. Sebaliknya jika tinggi pedal terlalu rendah, akan membuat jarak cadangan yang kurang yang akan mengakibatkan gaya pengereman yang tidak cukup.
Pedal Rem juga harus mempunyai gerak bebas yang cukup. Tanpa gerak bebas ini, piston master silinder akan selalu terdorong keluar dimana mengakibatkan rem akan bekerja terus dikarenakan adanya tekanan hidrolis yang terjadi pada sistem rem. Disamping itu, harus terdapat jarak cadangan pedal yang cukup pada waktu pedal rem ditekan. Berikut adalah gambar pedal rem (Hadi Suprapto, 2006) -
Booster Rem
Booster rem merupakan satu komponen pada sistem yang dipasangkan menjadi satu dengan master silinder dan setelah pedal rem, yang berfungsi untuk mengurangi tenaga yang diperlukan pengemudi dalam pengereman, booster rem ini merangkap antara pedal rem dan mater silinder (Abigain Pakpahan, 2009). Booster rem berfungsi untuk meneruskan tekanan yang diterima oleh pedal rem ke master silinder yang kemudian menekan fluida yang terdapat pada master silinder, saat sekarang ini mater rem sudah banyak tidak dugunakan dikarenakan komponenya yag memiliki banyak bagian sehingga membutuhkan perwatan yang lebih.
-
Master Silinder
Master silinder berfungsi untuk mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidrolis. Master silinder terdiri dari resevoir tank yang beri minyak rem, demikian juga piston dan siliner yang membangkitkan tekanan hidrolis, keberadaan komponen master silinder sangatlah penting dalam sistem rem disebabkan master silinderlah yang befungsi untuk menyediakan fluida dan juga menekan fluida dengan piston ke selang hidrolik (Hadi Suprapto, 2006).
Didalam master rem memiliki banyak bagian yang sensitif terhadap gaya dari pedal rem, selain itu master rem juga rentan terhadap kebocoran fluida yang dapat menimbulkan masalah pada sistem rem, untuk itu dibutuhkan perawatan yang berkala pada master rem kendaraan. Master silinder ada 2 type yaitu :- Tipe Tunggal : Tipe plungger, Tipe konvensional dan tipe portles
- Tipe Ganda : Tipe ganda konvensional dan tipe double konvensional.
-
Selang Fleksibel (Flexible Hose)
Selang fleksibel berfungsi untuk menghubungkan pipa rem dan caliper untuk mengimbangi gerakan suspensi. pipa rem berfungsi untuk menyalurkan minyak rem dari master silinder ke ke rem (Hadi Suprapto, 2006). Dikatakan fleksibel karena disebabkan selang yang digunakan untuk sistem rem haruslah lentur dan fleksibel sehingga dapat mengimbangi pergerakan dari shock braker dan tidak terjadi kerusakan pada selang fleksibel, apabila selang yang digunakan pada sistem rem kaku maka dapat terjadi kebocoran pada selang yang diakibatkan karena gerakan kejut yang terus menerus di alami oleh roda.
-
Tuas Rem Parkir/Rem Tangan
Tuas rem parkir/rem tangan dan kabel rem tangan berfungsi untuk mengerem roda roda belakang secara mekanis melalui batang penghubung dan kabel. Tuas rem juga untuk parkir kendaraan pada jalan turun / mendaki, alasan kenapa tuas rem parkir diciptakan karena pada saat parkir pengemudi tidak berada didalam kendaraan sehingga tidak mungkin untuk menginjak pedal rem sehingga diciptakan tuas rem parkir untuk menjaga agar kendaraan tetap berada pada posisi yang sama pada saat ditinggal pergi (Hadi Suprapto, 2006). Selain dari pada itu fungsi tuas rem sama halnya dengan fungsi pedal rem, hanya saja tuas rem tangan dapat dikunci. Berikut adalah gambar tuas rem parker.
-
Kaliper (Cylinder Body)
Kaliper atau disebut juga dengan cylinder body merupakan komponen yang tidak bergerak dari rem cakram, kaliper ini memegang piston dan dilengkapi dengan saluran dimana rem minyak disalurkan ke silinder (Hadi Suprapto, 2006).
Ketika rem diinjak atau dioperasikan maka minyak dari master silinder akan menekan piston pada kaliper dan piston tersebut dakan terdorong dan menekan pad / kanvas rem yang akhirnya akan bersentuhan dengan cakram (piringan rem). Dan kemudian laju putaran pada roda akan berhenti. -
Kampas Rem (Pad Brake)
Kampas rem (pad Brake) atau lebih dikenal dengan sebutan kampas rem merupakan komponen pad rem cakram dan tromol yang berfungsi bersama sama dengan piringan saling bergesekan untuk menghasilkan daya pengereman (Hadi Suprapto, 2006). Pada umumnya pad ini dibuat dari campuran metalic fiber ditambah sedikit serbuk besi, untuk pad jenis ini biasanya disebut dengan “Semi Metallic Disc Pad”.
-
Piringan Cakram (Disk Brake)
Piringan / Cakram (disk brake) biasanya terbuat dari besi tuang. Menurut Hadi Suprapto (2006) ada beberapa bentuk dari disc rotor ini yaitu : (1) tipe solid (padat), (2) Tipe berlubang lubang (ventilasi) dan (3) Tipe solid dengan tambahan tromol. Tipe ventilasi terdiri dari pasangan piringan yang berlubang lubang yang berufungsi agar pendinginan pada rem cakram dapat maksimal, untuk mencegah fading dan menjamin umur yang lebih panjang pada piringan cakram.
Sumber : Pdf eprints.umm.ac.id



