
Interior dengan pelapis kulit, pada jok, dasbor, doortrim hingga komponen dan aksesori seperti setir dan shift knob, biasa jadi pilihan penganut modifikasi elegan. Hal ini karena kulit menunjukkan karakter yang mewah, classy, tampilannya bisa saja simpel namun tetap berkesan mahal.
Pelapis interior seperti jok, dasbor, door trim kulit paling umum menggunakan bahan kulit sapi yang melewati beragam proses pengolahan dan pewarnaan. Warna kulit asli tidak akan pudar, bila digunakan dan dirawat dengan benar. Dengan perawatan dan penggunaan yang tepat, biasanya pelapis kulit hanya akan kotor atau menipis akibat bergesekan saat kita duduki.
Pelapis kulit memiliki karakter lembut dan tidak panas, bahkan terasa dingin saat bersentuhan dengan tubuh. Hal ini karena pada dasarnya kulit melepaskan panas lebih banyak dibandingkan bahan sintetik seperti vinil. Dalam pemrosesannya, kulit juga diberi anti gores agar lebih awet dan tidak mudah rusak.
Pada saat digunakan untuk melapisi interior seperti jok, tepian jok kulit asli biasanya tidak sesempurna kulit sintetik yang leih mudah dilipat dan dibentuk. Kulit asli tidak mudah dibentuk dan dijahit, karena itu biaya pemasangannya juga lebih mahal.

Karena produksi pabrik, pori-pori kulit sintetik terlihat lebih seragam, rapi dalam ukuran yang sama. Pori-pori kulit asli tidak beraturan dan ukuran porinya berbeda-beda. Tetapi meski tidak beraturan, daya serap keringat kulit asli jauh lebih baik. Sehingga lebih nyaman, sejuk dan tidak panas saat diduduki.
Kekurangannya, karena berpori dan mudah menyerap berbagai material padat maupun cair, kulit jadi lebih mudah kotor dan perlu perawatan yang lebih detail. Harga kulit juga paling mahal dibanding pelapis interior lainnya. Pembuatan jok kulit asli untuk mobil sedan dan MPV, berkisar mulai 5 hingga 7 juta, tergantung kualitas dan rumah modifikasi yang mengerjakan pelapisannya.
Lalu bagaimana membedakan kulit asli dengan sintetik? Nih panduannya, agar lebih paham dan tidak salah pilih saat belanja modifikasi.
- Kulit asli biasanya sangat lembut, bila diremas terasa kenyal atau liat.
- Tekstur kulit asli terasa lebih kasar dibandung kulit sintetik yang halus dan licin.
- Kulit asli juga terlihat seperti basah, sementara kulit sintetis terlihat mengkilap dan kering.
- Bagian belakang kulit asli teksturnya lembut, biasa dikenal sebagai suede. Kulit sintetik, bagian belakangnya cenderung keras dan kasar.
- Kulit asli, semakin dirawat akan semakin awet.
- Kulit asli juga memiliki aroma yang khas. Sementara kulit sintetis, apalagi dalam kondisi baru, memiliki aroma bahan kimia yang cukup kuat. Image source by: (SlideShare, IndiaTimes)



