
Fog lamp atau lampu kabut merupakan aksesori penting untuk styling atau modifikasi dan safety. Selama belasan tahun terakhir, pabrikan mobil telah menyematkan fog lamp sebagai peranti standar. Toko aksesori dan rumah modifikasi pun menyediakan beragam fog lamp dengan berbagai desain fitur terkini untuk pencinta modifikasi dan fashion.
Sebelum desain dan fitur, performa atau cahaya yang dihasilkan mesti jadi pertimbangan utama saat belanja fog lamp. Tak hanya kekuatan, intensitas atau terang tidaknya cahaya lampu kabut, tetapi juga warna yang dipancarkan. Bukan sekadar terang, tetapi lampu kabut mesti berwarna kuning. Mengapa begitu, dan seberapa kuning?
Fog lamp merupakan lampu yang dirancang membantu lampu utama untuk menembus kabut, baik kabut biasa di daerah pegunungan maupun hujan deras. Jadi, memilih fog lamp saat belanja modifikasi pun mesti didasarkan pada kemampuannya menembus kabut.
Pabrikan mobil atau produsen komponen aftermarket biasanya memproduksi fog lamp dengan lampu halogen atau LED berwarna kuning. Level atau warna lampu ini biasanya diukur dengan satuan Kelvin, untuk lampu kabut idealnya memiliki spesifikasi antara 3000 Kelvin yang sangat kuning hingga 4300 Kelvin yang berwarna putih kekuningan. Sebagai patokan mudah, lampu putih kekuningan tersebut adalah warna lampu depan halogen, standar pabrikan mobil. Sesimpel itu, guys…
Warna kuning memiliki gelombang cahaya yang lebih panjang daripada warna putih atau biru, sehingga bisa menembus lapisan udara tebal seperti kabut atau air. Selain itu warna kuning juga lebih mudah diproses oleh mata pengemudi.
Lalu bagaimana dengan fog lamp aftermarket yang terlihat fancy dengan warna putih atau putih kebiruan? Saat berkendara di jalanan kota atau cuaca cerah, lampu putih dan biru memang terlihat keren, modern dan atraktif. Namun begitu menemui hujan deras atau kabut, baik di jalan tol atau pegunungan, lampu kabut berwarna putih tidak akan berguna. Cahaya putih tidak dapat menembus kabut, sebaliknya malah terpantul balik dan membuat driver silau. Nah lo, bahaya kan…
Image source by: Otosia.com



