
Suspensi yang sehat merupakan kunci kenyamanan, keselamatan dan styling. Terutama pada mobil modifikasi dengan bodi ceper atau mobil racing, shockbreaker dan per yang prima sangat menentukan penampilan dan performa. Problem shockbreaker bocor, apalagi pada musim hujan dan cuaca ekstre, bisa jadi potensi bahaya.
Hujan dan genangan air kotor tak hanya merusak penampilan, namun bisa jadi bahaya bila terdapat kebocoran shockbreaker. Apalagi pada mobil ceper, ground clearance rendah membuat potensi kotor jadi lebih besar.
Shockbreaker bocor biasanya terjadi karena kerusakan sil, sehingga oli shockbreaker rembes. Masalah yang terlihat sepele ini bisa jadi membahayakan suspensi bila dikombinasikan dengan kotoran, bisa dari debu, cipratan air atau genangan air hujan.
Bila kondisi sil sudah buruk atau rusak, debu, serpihan tanah atau pasir hingga cipratan air genangan yang mengandung tanah jadi lebih mudah masuk ke dalam komponen suspensi. Kalau sudah begitu, partikel kotoran yang kasar ini bisa memicu kerusakan batang sokbreaker, baret atau lecet di dalam. Baret atau lecet terjadi saat sokbreaker bekerja mengayun, sementara terdapat partikel kotoran di dalamnya.
Kalau sudah sampai baret, shockbreaker tidak bisa digunakan lagi dan mesti ganti komponen baru. Ciri-ciri mesti ganti shockbreaker, saat sil diganti masih tetap terjadi kebocoran. Ini karena adanya celah yang terbentuk akibat baret atau lecet, sehingga tingkat kerapatannya berkurang.
Salah satu kunci mencegah hal ini adalah perawatan, menjaga kebersihan. Jangan jorok, membiarkan area bawah mobil dalam kondisi kotor, apalagi untuk mobil ceper. Apalagi kalau sampai muncul gejala sokbreaker bocor, segera cek di bengkel atau rumah modifikasi kepercayaan.
Image source by: AUKSI



