News

Jenis Sistem Kemudi Pada Kendaraan Ringan Yang Banyak Digunakan

Sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear, steering gear memperbesar tenaga putar sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui steering lingkage (New Step 1, 1994 : 5-26).

Kemudi berfungsi untuk membelokkan roda-roda depan mobil sehingga arah jalan mobil sesuai dengan yang diinginkan pengemudi.
Karena kemudi selalu digunakan maka kemudi harus dapat dicapai dengan mudah tanpa mengakibatkan kelelahan, untuk itu kemudi harus ringan digerakkan. Agar kemudi ringan untuk digerakkan maka perubahan dari arah gerak kemudi roda-roda depan diubah oleh roda kemudi (Boentarto, 1992 : 3-25). Berikut ini merupakan jenis sistem kemudi pada kendaraan.

Jenis Sistem Kemudi Pada Kendaraan Yang Banyak Digunakan

  • Sistem Kemudi Mekanik

    Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini penggunaan sistem kemudi mekanik sudah mulai ditinggalkan. Karena pada sistem ini dibutuhkan tenaga yang besar untuk mengemudikannya, akibatnya pengemudi akan cepat lelah saat mengendarai kendaraan terutama pada jarak jauh. Tipe sistem kemudi mekanik yang banyak digunakan adalah sebagai berikut :

    1. Tipe Recirculating Ball
      Cara kerjanya yaitu pada saat pengemudi memutar roda kemudi, poros utama yang dihubungkan dengan roda kemudi langsung membelok. Di ujung poros utama kerja dari gigi cacing dam mur pada bak roda gigi kemudi menambah tenaga dan memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju lengan pitman (pitman arm). Lengan penghubung (linkage), batang penghubung (relay rod ), tie rod, lengan idler (idler arm) dan lengan nakel arm dihubungkan dengan ujung pitman arm. Cara kerjanya memindahkan gaya putar dari kemudi ke roda-roda depan dengan memutar ball joint pada lengan bawah (lower arm) dan bantalan atas untuk peredam kejut. Jenis ini biasanya digunakan pada mobil penumpang atau komersial.
    2. Tipe Rack And Pinion
      Cara kerjanya yaitu pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama. Kemudi jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi untuk mengendalikan roda-roda depan. Pinion yang dihubungkan dengan poros utama kemudi melalui poros intermediate, berkaitan dengan rack.
  • Sistem Kemudi Hidrolik (power steering)

    Demi menunjang kenyamanan berkendara, kini power steering merupakan sebuah sarana yang semakin umum dijumpai pada sistem kemudi setiap mobil. Jika dahulu seorang pengemudi membutuhkan tenaga ekstra untuk membelokan kemudi, kini dengan adanya power steering pengemudi dapat membelokan kemudi hanya dengan menggunakan satu tangan.
    Sistem power steering memiliki sebuah boster hidrolis dibagian tengah dengan tujuan agar mekanisme kemudi menjadi lebih ringan. Dalam keadaan normal beratnya putaran putaran roda kemudi adalah 2-4 kg. Sistem ini dirancang untuk mengurangi usaha pengemudian kendaraan pada saat melaju dalam kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi (New Step 1, 1994: 5-34). Ada 3 jenis power steering yang umum digunakan yaitu :

    1. Power Steering Hidrolik
    2. Power Steering Semi Hidrolik
    3. Power Steering Elektrik

 

 

Sumber : lib.unnes.ac.id / TUGAS AKHIR PERAKITAN SISTEM KEMUDI POWER STEERING TIPE RACK AND PINION PADA MOBIL LISTRIK / Rindang Aditya

 

 

Artikel terkait

Back to top button