
Musim hujan sudah datang! Hati-hati berkendara, dan terutama sekali, pintar dan cermat memilih lampu untuk mobil kesayangan. Desain keren dan fitur mutakhir itu penting. Toko aksesori dan rumah modifikasi kini menyediakan beragam lampu plug n play dengan desain dan teknologi keren. Dari lampu LED, HID, biled projector hingga lampu RGB. Instalasinya semudah ganti lampu standar, tanpa modifikasi bodi atau kelistrikan.
Tapi ingat satu hal yang tak boleh ditawar ini, warnanya harus putih kekuningan dan merah. Ketika kita sering berkendara saat hujan deras apalagi kabut, jarak pandang kita dan pengendara lain di sekitar kita jadi lebih terbatas. Untuk safety, perhatikan temperatur warna cahaya atau biasa disebut dalam satuan Kelvin saat belanja aksesori atau modifikasi.
Lampu Depan
Begitu memasuki musim hujan sebaiknya ‘istirahatkan’ dulu lampu HID atau lampu LED dengan warna putih atau putih kebiruan yang trendi. Ganti dengan lampu halogen atau lampu lain dengan lumen atau warna di bawah 6000K. Lampu halogen atau lampu standar 4300K dengan warna putih kekuningan adalah pilihan ideal.
Lampu depan dengan lumen tinggi, 6000K ke atas memiliki pancaran cahaya putih. Cahaya LED atau HID yang berwarna putih ini tidak dapat menembus hujan atau kabut, justru memantulkan cahaya sehingga tidak nyaman dan tidak aman karena jarak pandang jadi terbatas.
Kita bisa menambahkan lampu kabut dengan warna kekuningan, baik bawaan pabrik atau aftermarket. Namun lampu kabut posisinya lebih rendah, sehingga hanya membantu menerangi jalan. Untuk penerangan utama ke arah depan, tetap harus mengandalkan lampu utama atau headlamp.

Lampu Belakang
Kita bisa mangadopsi beragam lampu belakang atau stop lamp kekinian di toko aksesori atau rumah modifikasi, dengan desain dan fitur mutakhir. Tapi satu hal yang harus selalu diingat, warnanya harus merah. Warna stop lamp atau lampu belakang diatur dalam undang-undang, PP 55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-undang Lalu Lintas nomor 22 tahun 2009, pasal 48 ayat 3. Menurut aturan hukum ini, lampu belakang dan lampu rem mesti berwarna merah serta lampu mundur berwarna putih atau kuning muda.
Warna merah dipilih untuk lampu belakang karena pertimbangan keamanan. Cahaya putih di lampu belakang dapat mengganggu bahkan mencelakakan pengguna jalan lain karena silau. Warna merah dipilih karena punya panjang gelombang spektrum paling panjang dari warna lain, berkisar 620 nm hingga 750 nm. Merah juga memiliki karakter yang tidak mudah bias. Ini membuat warna merah terlihat dari jarak jauh, bahkan saat hujan deras atau kabut.
Gelombang spektrum warna merah yang tinggi, membuat sensor motorik manusia dapat dengan cepat memahami dan bereaksi. Artinya pengendara di belakang kita dapat segera menangkap, memahami dan bereaksi untuk mengurangi kecepatan, setiap kali lampu belakang menyala atau mengirim sinyal cahaya merah.



