
Bagaimana gaya berkendara kalian? Suka ngegas, maunya gercep dan membejek gas dalam-dalam? Atau kalem, ngegas perlahan namun pasti?
Kebiasaan atau gaya menginjak pedal gas merupakan salah satu hal yang mempengaruhi boros atau tidaknya konsumsi BBM kendaraan. Kebiasaan menginjak gas dalam-dalam dengan agresif agar mobil bergerak lebih lebih responsif, membuat bukaan throttle lebih besar dan pada saat yang sama, bahan bakar yang disedot pun lebih besar.
Selain mengatur gaya membejek gas, kinerja mesin dan gas dapat kita atur agar lebih responsif atau lebih hemat BBM dengan aksesori throttle control. Aksesori ini berfungsi memanipulasi data dari pedal menuju throttle atau gas mesin, agar lebih responsif, lebih irit atau lebih efisien, sesuai kebutuhan pengendara.
Throttle control dapat diperoleh di toko aksesori dan rumah modifikasi. Aplikasinya mudah, dipasang secara plug n play, tanpa modifikasi apapun pada mesin mobil. Syaratnya hanya satu, mobil telah dilengkapi teknologi Drive by Wire. Produsen throttle control kini memproduksi peranti ini untuk berbagai tipe kendaraan, dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia hingga Toyota Calya, Mazda CX5, Nissan X-Trail hingga mobil-mobil kompak seperti Toyota Yaris, Daihatsu Ayla atau Honda Brio sekalipun.
Tapi apa sebenarnya throttle control itu? Bagaimana aksesori ini bisa membantu kita lebih hemat BBM?
Throttle control berfungsi mengatur bukaan throttle lewat pengontrol mesin atau ECU. Dengan aksesori ini, bukaan gas dapat diatur agar lebih responsif, high performance atau irit dan ekonomis. Jadi dengan throttle control, bukaan pedal gas bisa diseting sesuai keinginan.
Biasanya throttle control memiliki 3 mode setingan sensitivitas gas, Normal, Ekonomis (Eco) atau Sport dan Power. Setingan Eco membuat respon mesin lebih lebih lambat, tapi bahan bakar yang keluar pun lebih sedikit. Jadi dengan seting ini, kita bisa lebih hemat BBM.
Sementara setingan Sport atau Power, menghasilkan bukaan gas yang lebih sensitif. Jadi diinjak sedikit saja, mobil sudah langsung ngegas. Konsekuensinya, setiap ngegas, sedotan BBM pun juga lebih besar.
Throttle control aftermarket kini tersedia di berbagai toko aksesori atau rumah modifikasi dengan harga berkisar Rp 1,8 juta hingga Rp 2 jutaan. Tampilan yang awalnya sederhana pun kini berkembang hingga dilengkapi monitor untuk memantau besarnya bukaan gas.



