
Meski mendekati akhir tahun, hawa panas dan sinar matahari yang terik masih mendominasi cuaca di Indonesia. Di beberapa daerah telah mulai sesekali turun hujan yang membuat udara sedikit lebih sejuk. Tapi waspada, hujan yang turun sesekali dan terasa nyaman ini, bisa bikin mobil jamuran.
Hujan yang terasa nyaman karena mendinginkan cuaca panas, bisa berbahaya untuk bodi mobil. Kombinasi hujan, kotoran dan panas matahari, sangat mudah merusak permukaan cat. Mobil yang terkena hujan, kemudian terpapar panas matahari dan kotoran, dapat memicu munculnya jamur.
Akibatnya, muncul bercak-bercak di permukaan cat hingga warna yang rusak dan menjadi kusam. Sayang sekali kan, kalau mobil sudah keren dengan aksesori, modifikasi dan laburan cat custom yang keren, sampai jadi berantakan karena hujan dan panas.
Saat mobil kehujanan, permukaan cat dan bodi terpapar air hujan yang tercampur dengan berbagai partikel kotoran jalan hingga polutan. Apalagi di kota besar dengan polusi, air hujan memiliki kadar asam yang cukup tinggi yang dapat mengikis lapisan vernis yang menjadi pelindung cat.
Bila bodi yang baru kehujanan ini tidak segera dibilas, bahkan dibiarkan kering dan terkena panas, akan memunculkan bercak-bercak pada permukaan cat. Apalagi saat cuaca panas, tetesan air hujan akan lebih cepat menguap dan meninggalkan bercak. Bercak tersebut adalah sisa kotoran yang mengontaminasi air hujan dan menjadi asa jamur bila tidak segera dibersihkan.

Saat lapisan vernis sampai terkikis, bercak yang jadi sumber jamur dapat meresap hingga ke lapisan dasar cat mobil. Kalau jamur sudah masuk sedalam ini, hingga ke lapisan dasar, akan jadi lebih sulit dihilangkan dan cat mobil terlihat kusam.
Untuk mencegah merebaknya jamur di permukaan bodi, pastikan mobil dalam kondisi selalu bersih. Perawatan cat dalam cuaca tak menentu seperti ini sebenarnya mudah, Sehabis kehujanan, jangan tunggu sampai mengering. Segera cuci atau minimal bilas dengan air bersih dan keringkan sebelum dipakai lagi.



