
Di musim apapun, lampu depan selalu jadi salah satu komponen mobil terpenting. Tak hanya untuk styling atau modifikasi, tapi juga safety. Saat memasuki musim hujan, fungsi lampu depan atau headlamp juga makin vital. Tapi potensi masalah yang muncul juga makin besar. Salah satunya, lampu berembun.
Lampu depan yang berembun bisa mengurangi kenyamanan dan keamanan, karena intensitas cahaya yang dipancarkan jadi berkurang. Lampu berembun umumnya terjadi karena ada rongga pada rumah lampu. Rongga ini dapat terjadi karena beberapa hal, sil udara merenggang, usia atau kebiasaan. Di musim hujan, rongga ini jadi jalan masuk air. Saat lampu menyala, panas dari lampu membuat perbedaan suhu antara ruang dalam rumah lampu dan di luar yang biasanya lebih dingin karena hujan dan terjadilah embun.
Lalu kebiasaan apa yang memicu munculnya embun pada lampu? Kelihatannya simpel, kebiasaan parkir di luar. Panas membuat sil merenggang, lalu saat kehujanan rumah lampu pun kemasukan air. Kalau air yang masuk terlalu banyak, air bisa menggenang dalam rumah lampu. Kalau sudah begini, kita tak boleh menyalakan lampu. Mesti dibongkar, dibuang air dan dibersihkan lebih dulu, lalu diganti sil baru yang menutup lampu dengan rapat.
Tidak hanya disaat hujan, embun juga bisa muncul saat kita berkendara di area yang dingin seperti di daerah pegunungan. Suhu rendah memicu terciptanya embun di lampu utama mobil. Perbedaan suhu di luar yang dingin dengan suhu dalam rumah lampu yang menyala dan menghasilkan panas, menyebabkan terjadinya embun.
Biasanya embun lampu akan hilang dengan sendirinya ketika suhu sudah kembali normal. Artinya, keluar dari area hujan, dingin atau lampu dimatikan. Tak hanya memakan waktu, lampu jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada saat sangat dibutuhkan. Apalagi kalau terjadi sumbatan pada ventilasi rumah lampu, biasanya karena kotoran, akan butuh waktu lama untuk menormalkan suhu lampu dan menghilangkan embun. Kalau ini terus dibiarkan, panas dan aliran suhu yang tidak baik dalam waktu lama, bohlam lampu jadi menghitam bahkan pecah.
Image source by: BukaReview



