
Banjir dan genangan sering kali jadi situasi yang tidak terelakkan. Apalagi saat cuaca dan musim makin tidak menentu. Tak hanya saat musim hujan, di tengah musim panas pun kini tak jarang mendadak terjadi hujan deras dan memicu terjadinya banjir dan genangan.
Bila memungkinkan, hindari route dengan banjir atau genangan. Kalau terpaksa melewatinya, segera lakukan pengecekan, perawatan dan pembersihan mesin dan komponen mobil untuk memastikan semua masih dalam kondisi sehat. Apalagi kalau postur mobil cukup pendek, dengan modifikasi ceper atau mesin. Jangan pakai ditunda, apalagi sampai berulang-ulang menerobos genangan. Kecuali, siap menanggung sejumlah risiko berikut ini.
Komponen Mesin Rusak
Sering melewati genangan akan meningkatkan potensi tercampurnya oli dengan air genangan sehingga berubah warna jadi seperti kopi susu, air masuk ke saluran udara dan rusaknya sejumlah komponen seperti piston, silinder, dan sistem pembakaran. Apalagi kalau air genangan cukup kotor dengan campuran lumpur hingga pasir halus atau air garam. Lumpur dan kotoran dapat mempercepat keausan komponen mesin.
Sistem Kelistrikan Rusak
Musuh terburuk komponen elektrik dan kelistrikan mobil adalah air. Apalagi pada mobil modern dan modifiksi dengan beragam perangkat dan aksesori elektrik dan computerized. Saat menerjang genangan yang terlalu dalam, air dapat masuk ke sistem kelistrikan dan menyebabkan korsleting. Akibatnya sistem kelistrikan bisa terganggu dari lampu mati hingga sistem penggerak tidak berfungsi. Kalau sampai parah, biaya perbaikannay tidak murah. Apalagi kalau sampai kena komponen seperti ECU (Electronic Control Unit), audio atau panel instrumen dan sensor-sensor.
Hilang Traksi
Saat melewati genangan mobil bisa kehilangan traksi atau cengkeraman pada permukaan jalan. Ini bisa terjadi saat genangan cukup dalam, berarus atau permukaan jalan licin. Mobil jadi sulit dikendalikan hingga terseret arus, kalau cukup deras.
Karat
Sering menerobos genangan tanpa perawatan yang tepat sesudahnya, dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya korosi. Kerusakan ini bisa terjadi segera, bisa juga dalam waktu lama, tergantung frekuensi melewati genangan, kondisi mobil hingga kondisi genangan itu sendiri. Genangan yang mengandung air garam atau air laut, tentu saja akan memicu korosi dengan lebih cepat. Apalagi bila kondisi atau komponen mobil pun sudah tidak prima dan jarang dibersihkan.



