News

Waspada Musim Hujan, Buram Dan Embun Ancam Mika Lampu

Memasuki musim hujan, perawatan dan kondisi lampu mesti diperhatikan lebih detail. Pastikan semua fungsinya berjalan dengan baik, dari bohlam terang hingga mika atau cover lampu yang mulus. Kondisi mika lampu yang tidak prima akan mempengaruhi pencahayaan lampu. 

Apalagi saat musim hujan, mika lampu cenderung berisiko mengalami dua masalah ini, buram dan berembun. Masalah ini dapat terjadi pada mobil baru maupun lama, mobil dan lampu standar, modifikasi maupun aftermarket. 

Buram
Mika lampu buram, kusam atau menguning disebabkan oleh air hujan dan kotoran yang menempel di permukaannya lalu terpapar panas hingga mengering, hingga jadi bercak jamur. Bercak jamur ini menyebabkan mika atau cover lampu terlihat kusam atau menguning.

Mika jadi kusam akibat campuran air hujan tersebut mengering oleh proses penguapan. Penguapan terjadi karena panas dari sinar matahari, mesin maupun nyala lampu. Paparan sinar ultraviolet selama bertahun-tahun akan membuat mika menguning. Posisi lampu yang berdekatan dengan berdekatan dengan mesin juga membuat lebih cepat kusam karena  hawa panas mesin merambat ke dalam komponen lampu. Karena itu bagian yang paling cepat kusam adalah yang dekat dengan kap mesin. 

Saat lampu menyala juga memancarkan panas yang membuat air kotor di permukaan mika jadi lebih cepat kering. Apalagi kalau bohlam yang digunakan memiliki daya atau watt yang lebih besar dari bohlam standar. Bohlam dengan watt lebih besar menghasilkan panas yang lebih besar pula. 

Sebenarnya mika biasanya dilapisi coating untuk melindungi dari panas dari lampu atau cuaca. Namun bercak yang dibiarkan dalam waktu lama bisa menyerap menembus lapisan coating. Mika yang kusam akan membuat cahaya lampu tidak terpancar maksimal, sehingga lampu terlihat redup. 

Embun
Embun biasanya muncul  saat dan sesudah berkendara dalam hujan, menerobos genangan atau dicuci. Penyebab utamanya adalah perbedaan suhu udara di dalam dan luar mika. Saat hujan dan lampu menyala, suhu di dalam mika lebih tinggi dibanding suhu di luar, sehingga memicu munculnya embun atau bintik air di dalam mika. 

Embun di permukaan mika menghalangi pancaran cahaya lampu sehingga terlihat lebih redup. Dalam waktu lama, embun atau air dapat masuk ke dalam rumah lampu dan dapat memicu korslet bohlam lampu. Apalagi kalau usia plastik atau sealant-nya sudah lama dan mulai mengeras atau getas. Air dan kotoran jadi lebih mudah menerobos masuk. 

Air masuk melalui karet sil pelindung lampu dan rumah bohlam (fiting lampu) yang tidak lagi terpasang rapat karena mengeras. Tak hanya berembun, sil atau karet pelindung lampu, mika atau bohlam yang getas juga membuat air, debu dan kotoran lebih mudah masuk dan membuat mika lampu kusam atau menguning.

Artikel terkait

Back to top button