
Perempuan biasa melakukan touch up untuk menjaga kualitas make up di wajahnya. Mobil juga perlu touch up untuk menjaga kemulusan dan kekuatan bodinya, touch up anti karat. Mobil baru biasanya telah diberi lapisan anti karat dari pabrik. Tapi seiring waktu, kualitas pelapisan dan perlindungannya pasti akan menurun.
Karat atau korosi merupakan hasil oksidasi logam yang sifatnya merusak. Cairan yang sifatnya asam atau garam seperti air hujan dan air laut merupakan media yang cepat membentuk karat. Mobil yang sering melewati atau tinggal di kawasan dekat laut, akan lebih mudah terkena korosi.
Jam terbang dan pemakaian, paparan cuaca, polutan dan kotoran hingga modifikasi, dapat membuat kekuatan perlindungan anti karat menurun. Modifikasi ceper membuat ground clearance mobil makin dekat dengan permukaan jalan, sehingga kolong lebih mudah terpapar kotor dan air. Karena ceper, upaya membersihkannya pun jadi lebih sulit dan memungkinkan ada bagian yang terlewatkan.
Anti karat merupakan lapisan yang melindungi bodi dan komponen logam dari ancaman korosi dan keropos. Biasanya pelapisan anti karat dilakukan pada bagian kolong kendaraan, karena bagian yang paling mudah terkena air dan kotoran yang memicu karat. Namun bagian-bagian logam lain yang berpotensi terinfeksi karat pun dapat dilapisi anti karat. Seperti panel dalam fender, pintu-pintu, dan ruang mesin.
Tak hanya penampilan dan estetika mobil yang mulus, cairan anti karat menjaga mobil tetap kuat dan berfungsi optimal. Anti karat melindungi komponen mesin hingga bodi dan sasis tetap kokoh dan dalam kondisi prima. Dalam jangka panjang, anti karat menjaga kesehatan dan usia pakai mobil dan komponen-komponennya. Bila bagian-bagian ini sehat, biaya perbaikan dan perawatan pun jadi lebih hemat.
Jadi meskipun mobil telah dilapisi anti karat dari pabrik, kita tetap mesti melakukan perawatan rutin, pengecekan kondisi mobil dan pelapisan ulang atau touch up anti karat. Yang paling umum, perawatan atau pelapisan ulang anti karat cukup dilakukan setahun sekali.
Tetapi hal ini mesti disesuaikan lagi dengan karakter atau kebiasaan berkendara. Apakah sering melewati genangan air asin seperti di sekitar kawasan laut atau pantai, area parkir tertutup atau terbuka sehingga terpapar air hujan dan panas, hingga kebiasaan merawat atau mencuci mobil. Kalau tinggal di pesisir, sudah begitu sering parkir kehujanan dan kepanasan, sudah pasti jangka waktu perawatan anti karatnya mesti lebih pendek.
Selain itu ada bagian seperti sambungan atau sendi yang bergesekan, sehingga lama-lama lapisan anti karatnya terkelupas dan tidak terlindungi dari korosi. Begitu ada yang terkelupas atau lecet, bagian yang terluka ini akan dengan mudah jadi jalan masuk karat. Konsultasikan dengan bengkel atau rumah modifikasi kepercayaan untuk mendapatkan perawatan dan produk anti karat yang terbaik.
Image source by: Dokter Mobil



