
Pernah melihat ban mobil aus hanya di satu sisi? Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa jadi tanda adanya masalah pada keseimbangan dan arah roda mobil Anda. Jika dibiarkan, bukan hanya ban yang cepat habis, tapi juga berisiko mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Dampak Ban Botak Sebelah
Ban yang aus tidak merata bisa menyebabkan mobil sulit dikendalikan, terutama saat hujan atau melintasi jalan licin. Grip ban jadi tidak optimal, meningkatkan risiko tergelincir dan memperpendek jarak pengereman. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bisa ikut meningkat karena kerja mesin menjadi lebih berat.
Kapan Harus Spooring dan Balancing?
Idealnya, spooring dan balancing dilakukan setiap 10.000 km atau setelah mobil menghantam lubang besar dan trotoar. Tanda-tanda umum lainnya adalah setir terasa bergetar, mobil cenderung menarik ke satu arah, atau ban terlihat tidak rata.
Cara Merawat dan Mencegah
Lakukan pemeriksaan visual ban secara rutin. Jika ada keausan tidak merata, segera bawa mobil ke bengkel untuk spooring dan balancing. Hindari mengemudi kasar dan usahakan selalu melewati jalan yang aman untuk mengurangi risiko kerusakan roda dan suspensi.
Kesimpulan
Ban yang cepat botak sebelah bisa dicegah dengan perawatan yang tepat. Spooring dan balancing bukan sekadar prosedur rutin, tetapi langkah penting untuk menjaga kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan mobil Anda. Jangan tunggu sampai ban aus parah—periksa sejak dini agar perjalanan selalu aman dan lancar.
Image source by: Auksi



