
Potong per kadang dilakukan sebagai langkah modifikasi yang dianggap murah dan mudah untuk mendapatkan bodi ceper. Per standar dipotong agar jadi lebih pendek, dengan demikian mobil jadi lebih ceper. Paduannya, pelek berdiameter lebih besar dari standar.
Meski dianggap murah, modifikasi ceper dengan potong per bisa jadi berbuntut mahal. Hal ini karena potong per berisiko bahaya.
“Pabrikan membuat per standar dengan riset mendalam dan perhitungan presisi untuk keamanan dan kenyamanan mobil. Enggak bisa lalu dipotong agar lebih pendek, safety dan kenyamanannya enggak akan sama,” kata Andhika Arthawijaya, Audio and Car Editor Tabloid OTOMOTIF.
Wartawan yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di media otomotif ini menekankan pentingnya mengutamakan safety saat modifikasi. Spesifikasi per standar tidak akan memenuhi kualitas berkendara yang aman dan nyaman setelah dipotong, walaupun secara tampilan atraktif karena ceper.
“Jangan dipotong sih. Logikanya sederhana, per standar biasanya dirancang empuk agar nyaman di berbagai jalanan. Kalau per standar yang sudah empuk ini kemudian dipotong, jadinya bakal terlalu empuk dan sering gesrot,” lanjut Andhika.
Per dengan karakter lembut, memiliki jarak ayun yang panjang. Kalau dipotong, per dengan jarak ayun yang jauh ini jadi terlalu empuk dan berakibat jadi gampang gesrot atau mentok. Apalagi dengan pelek yang juga sudah meningkat, diameternya lebih besar dan tapak lebih lebar.
“Suspensi standar yang empuk, dipasangkan dengan pelek yang lebih gede, pasti mentok terus. Apalagi dipotong,”katanya.
Handling
Selain ayunan, potong per juga bisa mempengaruhi handling. Per diproduksi oleh pabrikan dengan riset dan perhitungan yang sangat matang, untuk kenyamanan dan safety kendaraan. Bagian ini menopang seluruh bodi mobil yang terhubung dengan roda, bagian yang menapak aspal. Kualitas dan performanya akan berpengaruh tak hanya pada kenyamanan, tapi juga handling kendaraan.
Pemotongan yang tidak presisi, walaupun dalam hitungan milimeter, dapat berpengaruh buruk pada handling atau pengendalian mobil. “Bantingan mobil jadi enggak enak. Apalagi kalau sampai pemotongannya enggak rata, akan berpengaruh pada stabilitas dan safety,” kata Andhika.
Kalau mau ceper dengan gampang dan relatif ekonomis, Andhika menyarankan substitusi, memakai per standar kendaraan lain atau lowering kit. “Jangan dipotong per standarnya, simpan aja, bisa sewaktu-waktu pasang lagi saat dibutuhkan atau mobil mau balik standar.”
Image source by: Carmudi



