
Suspensi mobil empuk memang nyaman. Apalagi saat menghadapi jalanan rusak, speed breaker di tol hingga polisi tidur. Tapi jangan diabaikan kalau suspensi terlalu empuk. Apalagi kalau yang dibejek mobil modifikasi, yang sudah tampil stylish dengan bodi ceper dan beragam aksesori seperti pelek lebih besar.
Suspensi yang terlalu empuk, bisa jadi pertanda adanya masalah di kaki-kaki mobil. Apalagi kalau sampai gesrot saat belok atau seperti ambles. Segera cek ke bengkel atau rumah modifikasi andalan, karena hal ini bisa jadi sinyal dari mobil, minta ganti shockbreaker atau per.
Suspensi yang terlalu empuk, bisa terjadi karena oli di dalam sokbreaker sudah terlalu encer. Hal ini umumnya karena masa pakai yang memang sudah lama. Gejalanya paling jelas terasa saat melewati jalan bergelombang, jalang berlubang atau gundukan seperti polisi tidur. Mobil terasa mengayun dan sangat empuk, seperti digoyang lebih dari satu kali bahkan seperti ambles.
Kalau sudah sangat parah, ban pun seperti menyentuh spakbor atau gesrot. Artinya, shockbreaker sudah kehilangan fungsinya, tidak mampu meredam goncangan dan beban kendaraan. Akibatnya ayunan kendaraan lebih intens karena pantulan suspensi mobil jadi lebih dalam.
Kemungkinan kedua, kualitas per yang tidak bagus. Hal ini bisa karena usia per atau modifikasi yang tidak tepat, seperti potong per agar mobil jadi ceper. Saat kualitas dan kondisinya tak lagi prima, per jadi sangat lentur dan kehilangan kekuatannya untuk menahan tekanan.
Untuk memastikan kondisi dan penanganan yang tepat secara pasti, segera cek komponen kaki-kaki di bengkel atau rumah modifikasi. Adanya penyok di tabung sokbreaker, lubang di batang pegas atau ban yang tidak normal, sampai kebocoran, merupakan tanda-tanda shockbraker tidak sehat.
Image source by: Otosia.com



