
Banjir dan cuaca ekstrem mengawali tahun 2020 di berbagai daerah di Indonesia. Banjir jadi mimpi buruk banyak orang, apalagi pencinta modifikasi. Lagi bawa mobil kece dengan pelek cakep, interior dan audio keren, lantas ketemu banjir. Jalanan dan kawasan tergenang jadi ‘menu’ tak asing di Jakarta, Surabaya hingga Sumatra. Lalu, bagaimana kalau mengalami situasi tak terelakkan seperti ini?
SUV seperti Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, Mazda CX-5 dan sebagainya, memiliki ground clearance yang cukup memadai melewati banjir. Tapi bila kedalaman genangan tak sampai merendam bagian filter udara, fokus dan lintasi dengan hati-hati. Pastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang. Kalau sampai filter udara terendam, akan terjadi water hammer, air masuk ke ruang pembakaran dan bisa merusak mesin.
Bukan itu saja, usai menerjang banjir, segera cek 6 bagian berikut ini.
-
REM
Begitu berhasil melewati genangan, segera periksa rem apakah masih dalam kondisi optimal. Caranya mudah kok, jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam. Lalu injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Lakukan pengecekan rem lebih lanjut di bengkel untuk mencegah air berdiam di komponennya, terutama untuk mobil dengan rem teromol tertutup. Minimal dibuka dan dibersihkan teromolnya agar tidak terjadi karat. Komponen seperti kampas rem dan rotor juga perlu dibersihkan agar fungsinya tetap optimal. Jangan sampai gara-gara banjir, jadi harus belanja komponen mobil yang berlebihan.
-
FILTER UDARA
Bagian ini berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang mesin. Saat melewati banjir, filter udara rawan terkena kotoran sehingga bisa menggangu kinerjanya. Segera bersihkan agar aliran udara ke berbagai komponen mesin tak terganggu.
-
PELUMAS TRANSMISI, GARDAN, MESIN
Bagian ini rentan terkontaminasi air. Periksa kondisinya usai menyeberangi genangan. Bila warnanya bening, aman. Tapi kalau agak keruh, berarti telah kemasukan air dan harus segera diflushing. Cek juga dipstick pelumas mesin. Jika berwarna kecokelatan dan keruh berarti pelumas telah terkontaminasi air dan harus segera diganti.
-
KELISTRIKAN
Air merupakan musuh terbesar komponen kelistrikan. Menerjang banjir berisiko mengganggu kinerja sistem kelistrikan mesin, penerangan seperti lampu mobil, bodi, hiburan hingga seluruh kelistrikan mati. Bila terjadi masalah, gejala pertama biasanya indikator Check Engine akan menyala. Bila ada komponen kelistrikan yang basah, segera keringkan dan bersihkan terutama bagian soket dan sekring.
-
ECU
Komponen vital pada mobil dengan sistem injeksi. Jadikan menerjang banjir sebagai opsi terakhir bila ECU berada di ruang mesin dengan posisi lumayan rendah, sehingga sangat mudah terkena air. Kalau sampai rusak, perbaikannya lama dan perlu biaya besar. Untuk mobil Eropa, bisa tembus Rp 70 juta. Karena itu usai menerjang banjir, segera periksakan ECU pada ahlinya, jangan dibongkar sendiri.
-
KAKI-KAKI
Periksa komponen suspensi seperti karet boot, bushing dan drat. Komponen kaki-kaki paling rentan rusak karena air, kotoran hingga karat yang diakibatkannya. Di komponen kaki-kaki biasanya juga terdapat grease atau gemuk yang setelah menerjang banjir bisa jadi sumber kotoran, sehingga harus diganti.
Temukan semua kebutuhan komponen kendaraan Anda hanya di . Produk dijamin 100% original dengan jaminan garansi.



