
Coilover merupakan komponen penting dalam modifikasi, apalagi bagi pencinta modifikasi ceper. Coilover membuat modifikasi ceper atau reduksi ketinggian jadi lebih mudah, pada saat yang sama kenyamanan mobil tetap terjaga. Dengan lowering kit atau suspensi aftermarket yang dilengkapi coilover, ketinggian dan tingkat kekerasan suspensi dapat dengan mudah diatur sesuai kebutuhan.
Saat ini toko aksesori dan rumah modifikasi memberi beragam pilihan coilover sebagai lowering kit, modifikasi ceper bisa dilakukan secara plug n play. Meski mudah, mobil ceper dan coilover mesti dirawat dengan baik untuk menjaga performanya. Apalagi dengan harga yang terhitung tidak murah, lowering kit dengan coilover biasanya dibanderol di atas Rp 10 juta.
- Jalan Berlubang Dan Gundukan
Kurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang, speed breaker di tol atau polisi tidur. Melaju dalam kecepatan tinggi di permukaan jalan seperti itu akan memaksa suspensi bekerja lebih keras dan memperpendek umur pakainya.Coilover bekerja pada masing-masing ban. Ia membantu pegas yang menjadi penopang utama beban mobil dalam meredam getaran. Semakin seringnya terkena guncangan, apalagi dengan beban berlebih, daya tahannya pun akan semakin berkurang. Saat daya topang coilover melemah, bodi mobil terasa melayang saat melaju.
- Jaga Berat
Bukan hanya berat badan kita, berat yang ditanggung mobil harus selalu diperhatikan. Jaga muatan agar jangan sampai melebih kapasitas mobil, baik itu muatan barang ataupun penumpang. Overload akan membuat coilover cepat aus, hingga tabung oli bocor dan membuata mobil tak stabil. - Bersih Pangkal Sehat
Jaga kebersihan bagian kaki-kaki mobil. Apalagi saat musim hujan atau usai melewati genangan, jangan biarkan debu dan kotoran menempel di sokbreker dalam waktu lama, terlebih sampai mengering atau berkerak. Terutama bagian shaft atau batang coilover, harus bersih dari tumpukan debu dan kotoran. Kotoran di tabung sokbreker akan membuat seal dan piston lebih cepat aus. - Servis Rutin
Lakukan pemeriksaan coilover saat servis atau perawatan rutin, biasanya setiap 30.000 km. Dengan pemeriksaan rutin, bila ada kerusakan dapat dideteksi dan diperbaiki sejak dini. - Tanggap Sinyal Masalah
Mobil dan komponen-komponennya selalu mengirim sinyal atau pertanda bila ada masalah. Begitu pula coilover, kenali gejala adanya kerusahan pada bagian ini. Jangan abaikan bila ada tanda-tanda terasa keras atau kebocoran. Apalagi coilover terhitung sebagai komponen yang serviceable. Tidak seperti parts mobil lain, tiap bagian coilover dapat diganti. Jadi bila ada masalah yang terdeteksi sejak dini, dapat segera dilakukan perbaikan.



