
Oli mesin yang tepat dan berkualitas adalah kunci mesin yang sehat. Oli mesin merupakan pelumas yang diformulasikan melapisi komponen mesin seperti lapisan film oli saat mobil beroperasi. Lapisan film ini bertugas menjaga dan melindungi mesin dari gesekan berlebih. Oli yang bagus akan menjaga performa dan memperpanjang usia mesin mobil.
Di pasaran tesedia beragam merek oli dengan berbagai spesifikasi yang berbeda. Setiap pabrikan atau merek oli punya formulasi dan keunggulan yang berbeda-beda tergantung desain mesin, iklim, hingga peruntukan kendaraan. Pabrikan mobil juga biasanya punya rekomendasi oli sesuai spesifikasi mesin dan peruntukan mobil. Meski begitu, kasus salah pilih oli masih bisa terjadi.
Salah pilih oli bisa berakibat fatal, dari tarikan mesin yang loyo hingga gejala knocking atau mesin ngelitik. Yuk simak, jangan sampai melakukan 4 hal ini saat belanja oli, agar mesin sehat dan panjang umur.
Terlalu Kental
Mobil sering overheat? Coba cek oli mesin yang dipakai, jangan-jangan terlalu kental. Mesin mobil seharusnya menggunakan oli yang cenderung cair. Oli yang terlalu kental, lebih kental dari yang direkomendasikan pabrikan mobil, dapat memicu kerusakan karena tidak dapat melewati celah-celah sempit pada komponen mesin. Mesin jadi tidak terlumasi dengan optimal, antar komponen mesin bergesekan tanpa lapisan oli yang cukup. Akibatnya, suhu mesin jadi naik berlebihan dan mudah overheat.
Terlalu Encer
Oli yang terlalu encer juga sama tidak baiknya, membuat mesin tidak dapat beroperasi dengan baik. Oli yang terlalu encer akan kesulitan untuk melumasi celah-celah komponen mesin yang lebar seperti pada kendaraan diesel.
Harga Mahal = Bagus
Mahal tak selalu lebih baik. Oli yang mahal tak selalu berarti cocok dengan mobil kita bila spesifikasinya tidak tepat. Oli terbaik adalah oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan peruntukan kendaraan. Sebagai patokan, sesuaikan rekomendasi pabrikan dan kode-kode standar American Petroleum Institute ( API ) dan Society of Automotive Engineers (SAE) yang tertera di kemasan oli.
Oli palsu
Oli palsu bisa bikin mesin rusak karena tidak memiliki standar kekentalan, standar material dan teknologinya yang akurat. Oli palsu biasanya berwarna lebih gelap dan pekat, teksturnya kasar karena ada serpihan logam. Oli asli biasanya jernih, bbersih dan lembut.
Image source by: Pixabay



