
Lampu HID (High Intensity Discharge) merupakan komponen, aksesori yang istimewa. Lampu HID sering dianggap sebagai lampu premium. Lampu ini biasanya dipilih sebagai sumber cahaya lampu depan karena kemampuannya memberikan penerangan yang ekstra terang. Performanya di atas rata-rata. Padukan dengan modifikasi elegan, wajah mobil pun berkilau bak VIP.
Selain itu, lampu HID dianggap premium karena harganya terhitung mahal. Bila pemasangan dan penggunaannya benar, lampu HID memiliki usia pakai cukup panjang, bisa sampai dua tahun. Tapi kalau ada yang tidak beres, dari pemasangan ataupun pemakaian, lampu HID yang mahal ini bisa mati hanya dalam hitungan bulan.
Selain pemasangan oleh toko aksesori atau rumah modifikasi yang ahli, lakukan 3 hal ini agar lampu HID panjang umur, penggunanya bahagia, perjalanan dan dompet pun aman.
No On – Off
Gunakan lampu HID dengan sebagaimana mestinya. Buang jauh-jauh kebiasaan on-off, memainkan lampu dengan menghidupkan dan mematikannya berkali-kali. Lampu HID perlu waktu untuk memanaskan dan menghasilkan cahaya secara optimal. Kebiasaan on-off akan membuat lampu cepat rusak.
Projector
Lampu HID biasanya dipilih karena pancaran cahayanya yang ekstra terang, jauh lebih terang dibanding lampu halogen. Pasangkan bohlam lampu HID dengan lampu projektor, lampu ini membuat pancaran cahaya lebih fokus dan tidak menyebar, sehingga membuat pengendara lain dari arah berlawanan silau. Dengan lampu projektor, driver puas karena lampu yang terang, pengendara lain pun happy terhindar dari silau.
Instalasi
Beli dan pasang lampu HID hanya di toko aksesori atau rumah modifikasi yang berkualitas dan ahli. Instalasi lampu HID membutuhkan ketepatan dari pemasangan bohlam hingga penempatan ballast. Pemasangan yang tidak tepat atau presisi, tak hanya merusak lampu, tapi juga bisa mengganggu kelistrikan mobil.
Image source by: Suzuki Indonesia



