
Karakter asli SUV pada dasarnya memang jangkung, mobil berpostur tinggi yang mumpuni menghadapi berbagai kondisi jalanan. Kalau di jalanan Indonesia, enggak bakal pusing menghadapi jalan berlubang, genangan atau banjir hingga polisi tidur. Namun untuk kepentingan modifikasi, SUV juga bisa tetap keren saat dirombak dengan mereduksi ground clearance alias ceper.
Reduksi ketinggian atau SUV ceper biasanya dilakukan untuk mengakomodir velg berdiameter ekstra besar. Paduan velg besar dan body lebih ceper dari standar memang menghasilkan efek dramatis. SUV jadi terlihat lebih elegan dan tentu saja eye catching, guys.
Tingkat ceper SUV tentu saja tidak bakal serendah cepernya sedan, yang pada dasarnya memang sudah berpostur pendek. Meskipun terlihat berlawanan dengan karakter aslinya, SUV ternyata salah satu juaranya untuk modifikasi ceper. Artinya, mobil bisa tetap nyaman walaupun ground clearance atau ketinggiannya telah dikurangi.
Ada beberapa faktor yang membuat SUV jadi ‘jawara’ ceper. Yang pertama bobotnya yang besar, hal ini membuat pabrikan membekali SUV dengan ban dan roda yang berprofil cukup tebal. Roda SUV mesti bisa meredam bobotnya yang cukup besar di permukaan jalanan berlubang atau bergelombang, hal ini diredam oleh ban yang tidak tipis.
Selain itu, SUV juga akan tetap aman saat menghadapi benturan lubang atau gundukan walaupun ceper, karena benturan SUV diredam oleh sasis. “Kalau SUV kena batu atau apa, dia pakai sasis. Sasisnya kuat nahan benturan, kalau sedan kan enggak,”jelas Midun, spesialis suspensi dan kaki-kaki dari Jaya Spring, Jakarta Selatan, sebagaimana dikutik detik.com.
Cara terbaik untuk menurunkan ketinggian SUV adalah dengan adopsi per sport kit atau lowering kit. Proses pemasangannya lebih mudah, lebih cepat dan rendah risiko. Lowering kit aftermarket diproduksi spesifik untuk tiap jenis mobil, sehingga karakter dan perhitungannya lebih presisi dibanding per custom.
Lowering kit kini tersedia di berbagai toko aksesori dan Rumah Modifikasi, spesifik untuk tiap varian mobil. Dengan lowering kit, kita bisa dengan mudah mengubah tingkat kekerasan atau kelembutan, serta ketinggian mobil sesuai kebutuhan. Pemasangannya plug n play, tanpa ubahan pada kaki-kaki atau suspensi mobil.
Dengan begitu, per asli bawaan mobil bisa disimpan dan bisa digunakan kembali ketika dibutuhkan. Risiko ketinggian tidak presisi antar sisi kaki-kaki mobil bisa dihindari, dengan pemakaian lowering kit. Begitu pula risiko pemotongan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dan mengurangi kenyamanan.



