News

Belanja Headlamp, Nih 3 Jenis Lampu Depan Terpopuler

Lampu depan merupakan salah satu komponen penting modifikasi. Dengan ganti satu bagian ini saja, kita bisa mendapatkan wajah mobil dengan karakter yang berbeda. Apalagi kini tersedia beragam lampu depan aftermarket dengan berbagai desain dan teknologi. Tak hanya tampilan estetis, fitur mobil terkini pun bisa diadopsi mobil lawas dengan headlamp aftermarket canggih.  

Berencana belanja headlamp untuk update tampilan yang mudah tapi efektif? Sebelum belanja, kenali dulu tiga jenis lampu depan terkini yang paling populer saat ini. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, pahami tiap jenisnya biar tak salah belanja. 

Halogen
Lampu halogen merupakan salah satu lampu depan tertua dan terpopuler. Semua pabrikan mobil menggunakan lampu halogen untuk berbagai varian produknya. Stok lampu halogen aftermarket di toko aksesori atau rumah modifikasi pun biasanya tak pernah kurang. Lampu ini simpel dan efektif, dengan pemakaian normal, umur lampu halogen bisa mencapai 1000 jam. 

Lampu halogen terhitung murah, tersedia dalam berbagai ukuran, jadi bisa dipasang di banyak jenis mobil. Kalau rusak, penggantiannya pun mudah dan murah. Konstruksinya simpel dan gampang diperoleh, bahkan di kota kecil atau toko online.  Kekurangannya, lampu halogen kurang efisien. Untuk memproduksi cahaya yang cukup terang, bohlam lampu halogen membutuhkan panas tinggi sehingga boros energi. 

HID
Lampu dengan pamor eksklusif, bahkan di kalangan penggemar modifikasi, lampu HID (High-Intensity Discharge). Lampu HID dikenal juga dengan sebutan lampu xenon, dipopulerkan pertama kali oleh BMW seri 7 di tahun 1991. Lampu HID jadi salah satu lampu mobil paling trendi sekaligus efisien. Begitu mencapai suhu optimal untuk menyala, lampu xenon membutuhkan power lebih kecil dibanding halogen. 

Artinya, alternator bekerja lebih santai untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan. Lampu HID menghasilkan cahaya lebih terang dibanding halogen, 3000 lumens dan 90 mcd/meter persegi. Umur pakainya sekitar 2000 jam dalam kondisi normal. 

Kekurangannya, lampu HID mesti memakai ballast yang mengatur tegangan tinggi yang dibutuhkan lampu untuk menyala. Lampu tidak langsung menyala terang saat dihidupkan, karena itu tak cocok dipakai untuk lampu high beam. Biasanya HID dipakai untuk lampu depan biasa dan halogen untuk lampu jauh. Beberapa merek premium memakai xenon untuk keduanya, disebut lampu bi-xenon. Satu lagi, harganya mahal. 

LED
Lampu LED (Light Emitting Diode) pertama kali dipakai Audi R8 pada tahun 2004, dan sekarang jadi lampu standar mobil-mobil terkini. Produsen aftermarket pun memproduksi beragam lampu variasi dengan desain cantik dan fitur mutakhir. Dari lampu depan, lampu belakang, fog lamp, DRL (Daytime Running Light) hingga lampu-lampu interior. 

Lampu LED unggul karena efisien. LED menghasilkan cahaya yang lebih terang dibanding lampu-lampu lain, namun irit konsumsi daya listrik. Karena itu LED bisa digunakan dalam jumlah banyak dengan desain yang atraktif. Lampu LED dipasang di antara lampu halogen dan HID karena cahaya yang dihasilkannya lebih terang dan lebih fokus. 

Minusnya, lampu LED menghasilkan panas seiring produksi cahaya karena aliran listriknya. Ada risiko terhadap sistem kelistrikan dan kabel-kabel. Karena itu lampu LED perlu sistem pendingin, peredam panas atau kipas untuk mencegah lampu meleleh. Lampu LED juga lebih sulit dipasang, sehingga jadi lebih mahal dibanding HID.

Image source by: mobil88

Artikel terkait

Back to top button