
Wiper merupakan salah satu komponen yang sering dipandang ‘underrated’. Dianggap komponen standar dan diabaikan, tapi pada saat dibutuhkan dipaksa kerja keras. Padahal kalau kelamaan diabaikan dan tidak dirawat hingga performanya memburuk, risikonya bisa serius. Dari kenyamanan mengemudi hingga safety untuk seluruh penumpang.
Wiper terbuat dari karet, dengan usia pakai kurang lebih 1 tahun. Untuk karet wiper dengan campuran bahan silikon, usia pakainya bisa lebih panjang hingga 3 tahun. Lebih dari masa ini, biasanya wiper sudah perlu diganti dengan yang baru. Bahkan untuk mobil yang jarang dipakai sekalipun.
Wiper yang sudah aus tidak dapat berfungsi maksimal, dan harus diganti dengan yang baru. Lalu kapan harus segera ganti wiper? Mudah, catat nih 5 tanda mobil kita perlu wiper baru.
- Karet Kaku
Karet wiper yang menempel di kaca dan terpapar panas matahari atau kaca, lama-lama akan jadi kaku hingga getas. Penampakannya mungkin masih bagus, tapi karet yang sudah kaku atau getas tidak dapat menyapu air dengan sempurna. Hal ini karena karet tidak lentur dan tidak bisa mengikuti lengkungan permukaan kaca. Akibatnya pada titik tertentu, air yang menempel di kaca tidak dapat tersapu bersih. - Goresan
Lakukan pemeriksaan secara visual, kalau ada goresan atau retakan pada karet wiper, berarti waktunya beli wiper baru. Retakan ini berarti karet wiper telah getas atau keras, sehingga bila terus dipakai sapuannya akan menimbulkan jejak goresan di kaca. - Decitan
Saat diaktifkan wiper mengeluarkan suara berdecit, lebih baik segera meluncur toko aksesori atau rumah modifikasi untuk beli wiper baru. Suara berdecit tersebut muncul dari karet bilah wiper telah usang dan mengeras. Kalau terus dipakai, air tidak tersapu sempurna dan bisa menggores kaca. - Bergetar
Saat menyapu kaca, bilah wiper seperti melompat atau bergetar? Hal ini muncul karena adanya goresan pada karet wiper, akibat perubahan suhu panas dan dingin, atau lama tak digunakan. Image source by: LeSueur Car Company



