Mekanisme Cara Kerja Sistem Rem Pneumatik
Pada sistem rem pneumatik saat mesin hidup kompressor akan menyuplai udara ke air tank sehingga tekanan udara di air tank meningkat, saat tekanan melebihi batas maksimal (± 840 Kpa) secara otomatis air tank akan membuang udara tersebut ke atmosfer. Saat udara pada tekanan dibawah 740 Kpa kompressor kembali menyuplai udara ke air tank, begitulah seterusnya sehingga tekanan dalam air tank stabil. Udara dalam air tank mengalir melalui selang – selang udara untuk menunjang berbagai sistem. Dalam sistem rem udara mengalir ke selang rem(Ryan Bagas Wicaksono, Ranto, Yuyun Estrianto, 2000).
Saat pedal diinjak piston akan mendorong plunger sehingga membuka saluran menuju brake chamber dan menutup release valve. Pada brake chamber tekanan angin diubah menjadi gerakan mekanis sehingga terjadi gesekan antara brake linning dengan drum brake akibatnya kendaraan berhenti.
Saat pedal rem dilepas plunger terdorong keatas oleh return spring akibatnya brake valve tertutup dan release valve terbuka, sehingga tekanan dari air tank dihentikan dan tekanan didalam brake chamber berbalik ke release valve untuk dibuang ke atmosfer, dengan bantuan return spring tuas brake chamber kembali keposisi semula akibatnya rem menjadi bebas.