
Bodi cakep, modifikasi mutakhir dan aksesori kekinian itu penting, tapi mesin sehat itu harus banget. Apalagi kalau mesin juga dimodifikasi dengan beragam aksesori racing dan komponen aftermarket. Salah satu cara termudah untuk menjaga kesehatan mesin adalah dengan rutin mengecek oli mesin. Rutinitas yang sangat mudah, hanya perlu 1 – 2 menit saja, tapi penting untuk memantau kesehatan mesin.
Cek oli mesin penting untuk mengetahui kondisinya masih layak atau tidak, terlalu banyak atau terlalu sedikit. Oli terlalu banyak atau sangat sedikit bahkan kosong pun, dampaknya sama-sama tidak baik. Mobil mungkin masih bisa hidup, tapi tidak optimal. Dari poros mesin terbebani hingga gesekan antar komponen logam yang bisa berujung rusak.
Cek oli cara manual sangat mudah. First timer yang baru punya mobil, tak paham teknik mesin atau bahkan yang tidak bisa mengemudi pun bisa melakukannya. Nih langkah-langkahnya.
Indikator 3 Detik
Saat mesin baru dihidupkan, beragam indikator di dasbor akan menyala, termasuk indikator oli. Kalau indikator oli mati setelah 3 detik, artinya oli masih dalam kondisi bagus. Kalau terus menyala, artinya ada yang tak beres. Entah kurang atau mesti diganti. Cek lagi secara manual.
First Thing First
Lakukan cek oli sebelum mobil digunakan, untuk mencegah oli memanas kalau mobil dan mesin sudah beroperasi. Kalau sempat hidup, biasanya cek manual karena indikator oli yang terus menyala, diamkan dulu kurang lebih 10 menit agar oli kembali dingin.
Parkir Rata
Pastikan mobil diparkir di atas permukaan yang rata untuk mendapat hasil pengukuran yang akurat.
Dipstick Bersih
Ambil dipstick yang tersedia di mobil, lap dan bersihkan dipstik. Hal ini mencegah kotoran ikut masuk dan pada dipstick yang bersih, hasil pengukuran akan terlihat jelas. Celupkan dipstick ke dalam tabung oli mobil dan lihat dimana bekas atau batas cairan oli.
F Atau L
Oli dalam kondisi normal bila hasil pengukuran ada di antara F dan L. F artinya oli terisi penuh atau Full dan L, artinya Low atau kurang. Oli tidak boleh melebihi batas F, karena mesin jadi terendam oli dan kinerjanya berat. Sebaliknya di bawah huruf L juga bisa jadi masalah, karena bisa menandakan adanya kebocoran atau telat ganti oli.
Image source by: Petro Online



