{"id":7574,"date":"2024-01-19T11:29:26","date_gmt":"2024-01-19T04:29:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/?p=7574"},"modified":"2024-01-19T11:29:26","modified_gmt":"2024-01-19T04:29:26","slug":"8-langkah-jumper-mobil-cara-aman-mesin-kembali-ngegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/8-langkah-jumper-mobil-cara-aman-mesin-kembali-ngegas\/","title":{"rendered":"8 Langkah Jumper Mobil, Cara Aman Mesin Kembali Ngegas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susah hidup, merupakan salah satu masalah mesin yang paling umum. Terlebih saat pandemi selama 2,5 tahun terakhir. Menurunnya mobilitas, membuat frekuensi perjalanan dan menggunakan mobil pun menurun. Kalau malas memanaskan mesin, lama-lama aki mobil jadi tekor dan mesin susah hidup. Solusinya, jumper mobil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski terkesan mudah, jumper mobil mesti dilakukan secara hati-hati. Tindakan yang berkaitan dengan kelistrikan mobil mesti dilakukan dengan cermat karena bisa berisiko bahaya. Salah jumper mobil, bisa memicu percikan api sampai aki meledak. Agar mobil tetap aman dan mesin kembali ngegas, catat nih 8 langkah aman jumper mobil.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan aki kedua mobil memiliki tegangan yang sama, 12 Volt.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Posisikan mobil sedekat mungkin agar keduanya dapat terhubung kabel jumper, tapi jangan sampai bodi bersentuhan karena dapat memicu korslet. Transmisi pada posisi Netral atau Park dan gunakan rem tangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Matikan semua perangkat kelistrikan, seperti lampu, audio atau AC.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau aki mati total, jumper dengan bantuan ground dari mesin. Hubungan kabel positif (merah) ke kepala aki positif di kedua aki. Jangan sampai menyentuh ground mobil karena bisa memicu percikan api. Hubungkan kabel negatif (hitam) ke bagian mesin berbahan besi. Pastikan bagian ini bersih, agar penghantaran arusnya bagus.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau aki tidak mati total, bisa cranking tapi lemah, cukup gunakan ground dari aki. Sambungkan kabel positif (merah) di kepala aki positif kedua mobil, dan kabel negatif (hitam) di kepala aki negatif kedua mobil.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Starter mobill yang sehat, diamkan stasioner selama 5 menit untuk mencharge aki yang lemah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Starter mobil yang bermasalah. Kalau belum bisa hidup, cek jepitan kabel-kabel jumper, coba lagi. Setelah hidup, biarkan 15 menit untuk memastikan mesin tidak mati lagi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melepas kabel : harus hati-hati karena kedua mobil dalam kondisi hidup. Mulai dari kabel negatif di aki yang lemah, lalu kabel negatif mobil yang sehat. Baru lepaskan kabel positif di mobil yang sehat. Penting : jangan sampai kena ground kedua mobil dan komponen bergerak seperti fan belt. Terakhir, lepaskan kabel positif di mobil yang \u2018sakit\u2019.\n<p>Image source by: Oto<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Susah hidup, merupakan salah satu masalah mesin yang paling umum. Terlebih saat pandemi selama 2,5 tahun terakhir. Menurunnya mobilitas, membuat frekuensi perjalanan dan menggunakan mobil pun menurun. Kalau malas memanaskan mesin, lama-lama aki mobil jadi tekor dan mesin susah hidup. Solusinya, jumper mobil.\u00a0 Meski terkesan mudah, jumper mobil mesti dilakukan secara hati-hati. Tindakan yang berkaitan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7575,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[260],"tags":[1091,1092,462,136],"yst_prominent_words":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7574"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7576,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7574\/revisions\/7576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7574"},{"taxonomy":"yst_prominent_words","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rumahmodifikasi.com\/news\/wp-json\/wp\/v2\/yst_prominent_words?post=7574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}