Ukuran Angin Ban Mobil Yang Ideal

Ukuran tekanan angin ban yang pas itu mau dibilang tidak penting, ya penting. Mau dibilang tidak penting , ya penting. Berarti ya memang penting untuk selalu memperhatikan tekanan angin pada ban mobil ketika kita hendak mengendarainya.

Pengisian angin dengan ukuran yang tepat akan memberikan kenyamanan baik bagi pengemudi maupun penumpangnya. Dan yang tak kalah penting, hal ini akan mengurangi resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh ban.

 Angin ban dengan tekanan tidak sesuai, bahaya!

Ban kempes atau kurang angin akan beresiko :

  • Akan timbul benjolan pada sisi – sisi ban. Hal ini akan merusak konstruksi ban dan beresiko meledak saat digunakan. Konstruksi ban yang rusak mempengaruhi kekuatan benang kawat ban yang semakin menurun. Dan gesekan yang terus menerus membuat tapak ban menjadi tipis.
  • Bagian pinggir ban saja yang menapak di jalan dan tapak tengah ban akan tertekuk ke atas ketika ban kurang angin. Akibatnya terjadi pengikisan yang tidak seimbang pada ban.
  • Ban yang kurang angin akan terasa berat untuk digerakkan pada kemudi. Dikarenakan ban mencengkram dengan kuat pada permukaan jalan. Kendaraan perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk bergerak. Akibatnya konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak dan boros.
  • Berisiko ban mengalami kebocoran saat melintasi jalan berbatu.

Resiko pada ban dengan tekanan angin berlebih :

  • Angin yang berlebih pada ban akan membuat ban menjadi keras. Kemampuan ban untuk menyerap getaran saat menggelinding di jalan juga menjadi menurun.  
  • Menyulitkan pengendara untuk mengontrol kemudi. Karena daya cengkram ban pada permukaan jalan menjadi berkurang sehingga mudah selip. 
  • Selain itu bagian tengah ban akan mudah aus dan kadangkala terjadi pecah ban (kasus yang terjadi jika kelebihan 5 – 10 psi saat pengisian angin). 

Tekanan angin ban yang ideal dan aman

Ukuran tekanan angin ban pada kendaraan yang satu dengan yang lainnya tidak selalu sama. Tergantung dari jenis ban bawaan yang disematkan pabrik dan jenis kendaraannya – ini termasuk bobot kendaraan, nilai beban yang dibawa dan dimensi kendaraan.

Tekanan angin ban yang ideal dan aman untuk mobil pastinya jika sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dari pabrikan. Kita dapat mengetahui informasi ini dengan melihat stiker yang terpasang pada panel pintu bagian depan kabin pengendara atau pada panel B kendaraan. Setiap jenis mobil memiliki standar tekanan angin pada ban yang tidak tidak sama, sebagai berikut: 

Innova (Toyota) : 33 Psi

Sport Utilities Vehicle (SUV) : 35 – 40 Psi

Multi – Purpose Vehicle : 30 – 33 Psi

City Car : 29 – 32 Psi

Sedan : 28 – 31 Psi

Menjaga kondisi tekanan ban

Demi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, sebaiknya lakukan pengecekan secara berkala pada ban mobil. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga agar tekanan udara ban selalu terjaga dengan baik:

  1. Tambahkan angin sebanyak 2 3 Psi dari standar yang ditentukan untuk ban kendaraan yang sering digunakan untuk membawa penumpang melebihi batas kapasitas. Hal ini berguna untuk mengimbangi kendaraan yang lebih berat. Harus diingat, kapasitas bisa saja berlebih tetapi beratnya tidak boleh melebihi batas kemampuan 

Mungkin kita bisa membawa penumpang atau barang melebihi kapasitas mobil. Tetapi harus dipastikan bahwa beratnya tidak melebihi dari indeks maksimal kemampuan ban menumpu berat. Informasi tentang kemampuan maksimal ban tertera pada sisi dinding ban. 

  1. Selalu perhatikan bahwa pentil tertutup rapat. Dan tutup pentil dalam kondisi baik dan berada ditempatnya. Jika tutupnya rusak, baiknya segera diganti dengan yang baru agar bisa menutup dengan rapat. Hal yang terlihat sepele ini sebenarnya ikut mempengaruhi kondisi ban. Tutup pentil menahan dan mencegah kebocoran angin dari dalam ban.
  1. Jangan menambah / mengisi angin dalam kondisi ban masih panas. Pastikan ban sudah dingin terlebih dahulu. Jika ditambahkan angin ketika ban masih panas, pengukuran tekanan angin menjadi tidak akurat. Ban akan kekurangan angin lagi ketika ban sudah dalam kondisi dingin.

Perlu ditekankan sekali lagi, pengecekan tekanan angin pada ban harus selalu dilakukan. Pastikan selalu tekanannya sesuai standar pabrikan. 

Fitur pengecekan tekanan ban digital (Tyre Pressure Monitoring System / TPMS). Fitur ini memudahkan pengendara mengecek tekanan angin pada setiap ban di kendaraannya. Untuk mobil keluaran lebih awal biasanya belum ada. Tapi kita bisa membeli alat TPMS ini.

Keranjang

close